OJK Bentuk Satgas Percepat Reformasi Integritas Pasar Modal, Jaga Kepercayaan Investor
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pihak terkait segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Reformasi Integritas Pasar Modal untuk memastikan implementasi delapan rencana aksi dan mengembalikan kepercayaan investor.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Reformasi Integritas Pasar Modal. Pembentukan Satgas ini merupakan langkah konkret untuk mempercepat agenda reformasi yang telah dicanangkan sebelumnya. Pjs. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari menyampaikan hal ini dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen OJK dan pihak terkait terhadap delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia. Rencana aksi ini bertujuan untuk menciptakan pasar modal yang lebih berkualitas dan kredibel. Pembentukan Satgas juga telah didiskusikan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Dinamika pasar modal yang terjadi belakangan ini menjadi refleksi bahwa pertumbuhan tinggi saja tidaklah cukup. Oleh karena itu, diperlukan langkah perbaikan signifikan untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkualitas. OJK bertekad menjaga integritas pasar modal sebagai cerminan kepercayaan ekonomi nasional.
Komitmen OJK dan Delapan Rencana Aksi
OJK tidak sendiri dalam upaya Reformasi Integritas Pasar Modal ini. Regulator telah menyatakan komitmennya bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta pelaku industri dan para pemangku kepentingan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kredibilitas dan daya tarik investasi di pasar modal Indonesia.
Dalam upaya percepatan reformasi, OJK mencanangkan delapan rencana aksi strategis. Rencana aksi tersebut meliputi kebijakan free float yang ditingkatkan dari 7,5 persen menjadi 15 persen secara bertahap, serta pengungkapan ultimate beneficial ownership (UBO) yang lebih transparan. Selain itu, perluasan pengungkapan tipe investor dan kepemilikan saham dari sebelumnya 5 persen menjadi di atas 1 persen juga akan diterapkan.
Reformasi juga mencakup demutualisasi bursa efek untuk meningkatkan tata kelola dan mengurangi konflik kepentingan. Penegakan peraturan dan sanksi akan diperkuat terhadap pelanggaran hukum di pasar modal, termasuk manipulasi transaksi saham. Peningkatan tata kelola emiten, pendalaman pasar secara terintegrasi, serta sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dan pelaku industri jasa keuangan juga menjadi prioritas.
Friderica Widyasari, yang akrab disapa Kiki, menjelaskan bahwa Satgas nantinya akan bekerja sama untuk memastikan kedelapan rencana aksi tersebut terealisasi dalam waktu yang tidak lama. Implementasi akan sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan. Satgas akan memantau realisasi action plan sebagai respons terhadap hasil pertemuan dengan MSCI beberapa hari sebelumnya.
Pentingnya Integritas Pasar Modal bagi Ekonomi Nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pasar modal adalah “jendela” integritas suatu negara. Penting untuk memastikan jendela ini tidak terlihat “buram” oleh pihak luar atau investor. Kondisi makro ekonomi Indonesia yang solid dan kuat harus didukung oleh pasar modal yang terpercaya.
Jika integritas pasar modal terganggu, hal ini dapat berakibat panjang terhadap persepsi dan kepercayaan investor. Presiden telah meminta agar isu ini segera direspons dan diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Komunikasi yang transparan dan komitmen dari otoritas sangat penting untuk menjawab kekhawatiran lembaga pemeringkat internasional.
Perkembangan reformasi ini perlu disampaikan kepada para investor dan lembaga pemeringkat internasional. Tujuannya adalah agar persepsi dan kepercayaan terhadap keuangan Indonesia tetap terjaga. Pemerintah berharap langkah-langkah ini dapat terus memulihkan kepercayaan pasar.
Peran Satgas dalam Percepatan Reformasi
Airlangga Hartarto juga menyoroti peran krusial Satgas yang akan dibentuk oleh OJK. Satgas ini akan membantu menjaga deadline, jadwal, dan agenda reformasi yang telah ditetapkan. Pembentukan Satgas menunjukkan keseriusan pemerintah dan OJK dalam memperbaiki ekosistem pasar modal.
Satgas ini diharapkan dapat memastikan setiap tahapan dari delapan rencana aksi berjalan efektif dan efisien. Dengan demikian, tujuan untuk menciptakan pasar modal yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas dapat tercapai. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di kancah global.
Melalui kerja keras dan sinergi antarlembaga, pasar modal Indonesia diharapkan dapat tumbuh lebih berkualitas. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional secara keseluruhan. Kepercayaan investor, baik domestik maupun internasional, menjadi kunci utama keberhasilan reformasi ini.
Sumber: AntaraNews