Hashim Djojohadikusumo Soroti Praktik **Saham Gorengan** di Forum Internasional
Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo menyoroti praktik **saham gorengan** yang merugikan di pasar modal Indonesia, menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak tegas pelaku manipulasi harga saham.
Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, menyoroti praktik manipulasi harga saham atau yang dikenal dengan istilah “saham gorengan”. Pernyataan ini disampaikannya dalam forum China Conference Southeast Asia 2026 di St Regis Jakarta, pada Selasa (10/2) malam. Hashim mengungkapkan keheranannya terhadap upaya pihak tertentu yang menaikkan harga saham secara tidak wajar melalui transaksi yang direkayasa.
Praktik ini menciptakan kesan seolah-olah saham tersebut memiliki nilai tinggi, padahal tidak ditopang oleh kinerja bisnis yang memadai. Hashim menilai fenomena ini sebagai penyimpangan serius yang memerlukan tindakan segera dari pihak berwenang. Sorotan ini menjadi penting untuk menjaga integritas dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
Dalam sesi tanya jawab, adik kandung Presiden RI Prabowo Subianto itu juga membandingkan saham-saham yang tidak wajar dengan perusahaan mapan seperti Astra International (ASII) dan NVIDIA. Perbandingan ini menunjukkan perbedaan signifikan dalam rasio Price to Earnings (PE) yang menjadi indikator fundamental perusahaan.
Indikasi dan Dampak Praktik Saham Gorengan
Hashim Djojohadikusumo secara tegas menyebutkan bahwa “menggoreng saham” adalah istilah dalam bahasa Indonesia untuk memanipulasi harga saham. Ia mengamati adanya saham perusahaan kecil yang melonjak tajam tanpa dukungan fundamental bisnis yang kuat. Hal ini menjadi indikasi jelas adanya praktik tidak sehat di pasar modal.
Ia memberikan contoh konkret mengenai rasio Price to Earnings (PE) yang tidak masuk akal pada beberapa saham. Salah satu saham memiliki rasio PE 167 kali, yang lain 300 kali, bahkan ada yang mencapai 1.200 kali dan 4.000 kali. Angka-angka ini sangat kontras jika dibandingkan dengan perusahaan besar.
Sebagai perbandingan, Hashim menunjuk Astra International (ASII) yang memiliki rasio PE sekitar delapan kali, serta NVIDIA dengan rasio PE sekitar 60 kali. Perbedaan mencolok ini menyoroti betapa tidak wajarnya valuasi saham-saham yang diduga menjadi objek manipulasi. Praktik **saham gorengan** seperti ini dapat merugikan investor dan mengganggu stabilitas pasar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa nilai saham tidak selalu mencerminkan kondisi riil perusahaan, melainkan hasil rekayasa transaksi. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk lebih cermat dalam menganalisis fundamental perusahaan sebelum berinvestasi.
Komitmen Pemerintah dalam Menindak Manipulasi Pasar
Meskipun ada praktik **saham gorengan**, Hashim Djojohadikusumo, yang juga Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia secara umum tetap kuat. Pemerintah optimistis terhadap prospek ekonomi ke depan dan berkomitmen untuk menjaga stabilitas. Optimisme ini didasarkan pada pertemuan Hashim dengan tiga menteri pada pagi hari yang sama.
Pemerintah menunjukkan komitmen kuat untuk menindak tegas oknum yang terlibat dalam praktik tidak sehat di pasar modal. Hashim memperkirakan akan ada sanksi berat bagi pihak yang terbukti melanggar aturan. Sanksi tersebut bisa berupa pemecatan hingga pengenaan denda yang sangat besar.
Langkah-langkah penegakan hukum ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi pasar modal dan mengembalikan kepercayaan investor. Pembenahan ini krusial untuk menciptakan pasar yang transparan dan adil bagi semua pihak. Hashim menyatakan keyakinannya bahwa tindakan tegas ini akan memperkuat kepercayaan terhadap pasar dan mendukung stabilitas ekonomi nasional.
Penindakan terhadap manipulasi harga saham merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang sehat. Hal ini juga sejalan dengan visi untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi ditopang oleh praktik bisnis yang etis dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews