Tegas! Pemerintah Tak Toleransi Praktik Goreng Menggoreng Saham
Pemerintah berkomitmen untuk membersihkan pasar modal dari berbagai praktik yang dapat merusak mekanisme perdagangan yang sehat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik goreng-menggoreng saham di pasar modal. Ia menyatakan bahwa tindakan spekulatif dan manipulatif ini sangat merugikan para investor serta merusak kredibilitas pasar modal Indonesia.
Airlangga menjelaskan bahwa manipulasi harga saham atau yang dikenal dengan istilah share pricing yang dilakukan secara tidak wajar adalah pelanggaran serius terhadap integritas pasar. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk membersihkan pasar modal dari berbagai praktik yang dapat merusak mekanisme perdagangan yang sehat.
“Pemerintah tidak mentolerir, sekali lagi pemerintah tidak mentolerir praktik manipulatif saham gorengan yang merugikan investor dan merusak kredibilitas serta integritas pasar modal di Indonesia,” ujar Airlangga di Wisma Danantara, Sabtu (31/1).
Menurutnya, dampak dari manipulasi pasar tidak hanya dirasakan oleh investor ritel, tetapi juga dapat memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional. Jika praktik ini dibiarkan, hal itu berpotensi mengganggu stabilitas pasar dan mengurangi minat investor untuk berinvestasi.
Airlangga menambahkan bahwa praktik manipulasi juga dapat menghambat arus investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) yang sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Penyalahgunaan dan manipulasi pasar tidak hanya berdampak pada harga saham dan kepentingan investor, tetapi juga menurunkan tingkat kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional dan menghambat arus penanaman modal asing," tegasnya.
Dengan demikian, pemerintah bertekad untuk mengambil langkah tegas dalam mengatasi masalah ini agar pasar modal Indonesia tetap sehat dan kredibel.
Menteri Keuangan Purbaya Minta Pelaku Manipulasi Saham Segera Ditindak
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa penegakan hukum terhadap praktik manipulasi di pasar saham, yang sering disebut sebagai saham gorengan, sangat penting sebelum pemerintah memberikan insentif tambahan untuk meningkatkan partisipasi investor ritel di pasar modal.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah ingin sektor swasta lebih aktif dan menciptakan lingkungan yang aman bagi investor ritel dalam berinvestasi. Ia juga menyoroti pentingnya menciptakan pasar yang bersih dari praktik-praktik yang merugikan.
"Seperti janji saya kalau Pak Mahendra (Ketua OJK) bisa bereskan goreng-gorengan itu, investor kan masuk saya akan beri tambahan insentif biar orang makin banyak masuk ke pasar saham. Saya tunggu tindakan dari Pak Mahendra dan Bursa (BEI)," ujarnya dalam acara Financial Forum 2025 CNBC pada Rabu, 3 Desember 2025.
Purbaya juga menambahkan bahwa pemerintah akan segera memberikan insentif jika dalam enam bulan ke depan ada tindakan tegas terhadap pelaku manipulasi saham gorengan.
"Dalam waktu 6 bulan ke depan kalau ada yang ditangkap-tangkap atau yang dihukum yang tukang goreng saham kita akan kasih insentif dengan cepat," kata Purbaya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik dan lebih aman bagi semua pihak yang terlibat di pasar saham.
Siapkan Insentif Pajak
Purbaya berencana untuk memberikan insentif fiskal, termasuk pengurangan pajak, yang akan diterapkan jika pihak berwenang menunjukkan tindakan nyata dalam menangani pelaku manipulasi pasar.
"Saya akan memberikan tambahan insentif berupa keringanan pajak dan lainnya. Tujuannya agar lebih banyak orang berinvestasi di pasar saham, tetapi dengan pemahaman bahwa mereka tidak akan terjebak dalam pasar yang menipu," ujar Purbaya.
Ia menekankan pentingnya pasar modal sebagai tempat yang aman bagi para investor. Purbaya juga menyoroti bahwa praktik saham gorengan masih berlangsung dan hingga kini belum ada pelaku yang mendapatkan sanksi.