Pesan Presiden Prabowo untuk Investor: Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat, Komitmen Investasi Transparan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pesan Presiden Prabowo untuk investor pasar modal, menegaskan fundamental ekonomi kuat dan komitmen investasi transparan di tengah gejolak pasar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pesan Presiden Prabowo untuk Investor: Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat, Komitmen Investasi Transparan
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pesan Presiden Prabowo untuk investor pasar modal, menegaskan fundamental ekonomi kuat dan komitmen investasi transparan di tengah gejolak pasar. (AntaraNews)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pesan penting dari Presiden Prabowo Subianto kepada para investor pasar modal Indonesia pada Sabtu, 31 Januari di Jakarta. Pesan ini menekankan kekuatan fundamental ekonomi domestik serta komitmen pemerintah terhadap investasi yang transparan dan berdaya saing global. Langkah ini diambil di tengah dinamika pasar modal yang membutuhkan kepastian dan kepercayaan dari para pelaku pasar.

Presiden Prabowo Subianto secara khusus meyakinkan investor, baik domestik maupun internasional, bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh meskipun menghadapi berbagai tantangan global. Penegasan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan optimisme di kalangan investor. Komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif menjadi sorotan utama dalam pesan tersebut.

Pesan Presiden melalui Menko Airlangga ini juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung pengembangan pasar modal Indonesia. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan investasi yang adil, transparan, dan berkelas dunia. Hal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi serta memperkuat posisi pasar modal Indonesia di kancah internasional.

Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat dan Tangguh

Dalam pernyataannya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengutip langsung pesan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan kepada para investor domestik, mitra internasional, dan seluruh rakyat Indonesia. Presiden menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh di tengah gejolak ekonomi global. Penegasan ini menjadi landasan utama untuk menumbuhkan kepercayaan di pasar.

Presiden Prabowo juga memastikan komitmen pemerintah dalam mendukung perbaikan dan pengembangan pasar modal Indonesia. Komitmen ini bertujuan untuk menciptakan iklim investasi yang transparan dan berdaya saing global. Pemerintah bertekad untuk berdiri teguh di belakang pasar keuangan nasional, menjamin keadilan dan standar kelas dunia bagi para investor.

Pernyataan tersebut sangat relevan mengingat kondisi pasar modal domestik yang sempat terkoreksi tajam. Koreksi ini dipicu oleh pengumuman MSCI terkait review dan rebalancing saham-saham di Indonesia. Pesan dari Presiden Prabowo diharapkan dapat meredakan kekhawatiran dan mengembalikan optimisme para pelaku pasar.

Langkah Strategis Pemerintah Atasi Gejolak Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi signifikan, turun dari 8.980,23 pada penutupan perdagangan Selasa (27/1) menjadi 8.232,20 pada penutupan perdagangan Kamis (29/1). Meskipun sempat menguat kembali pada Jumat (30/1) dengan ditutup pada posisi 8.329,61, volatilitas ini menunjukkan perlunya intervensi pemerintah. Pemerintah segera mengambil tindakan untuk meredam sentimen negatif yang beredar di pasar.

Salah satu langkah konkret yang diumumkan pemerintah adalah percepatan penyelesaian aturan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Aturan ini ditargetkan dapat diproses pada tahun ini. Demutualisasi bursa dinilai krusial untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, serta mengurangi potensi benturan kepentingan di pasar modal Indonesia.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa demutualisasi bursa juga akan membuka peluang investasi baru. Tahapan proses demutualisasi ini sebenarnya sudah termasuk dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Implementasi aturan ini diharapkan membawa dampak positif jangka panjang bagi pasar modal.

Kebijakan Penguatan Transparansi dan Daya Saing Pasar

Selain demutualisasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) juga akan melakukan penyesuaian aturan batas free float saham. Batas free float yang sebelumnya 7,5 persen akan ditingkatkan menjadi 15 persen. Penyesuaian ini ditargetkan berlaku mulai Februari 2026, memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk beradaptasi.

Kebijakan peningkatan batas free float ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan likuiditas dan transparansi pasar. Dengan free float yang lebih besar, diharapkan akan ada lebih banyak saham yang tersedia untuk diperdagangkan secara publik. Hal ini sejalan dengan tujuan menciptakan pasar modal yang lebih efisien dan menarik bagi investor.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan pasar modal. Melalui kombinasi pesan kepercayaan dari Presiden dan kebijakan regulasi yang proaktif, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem investasi yang kuat dan berkelanjutan. Semua upaya ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi