ASN Demo Mendiktisaintek Satryo Soemantri, Bawa Spanduk Protes jadi 'Babu Keluarga'
ASN demo memprotes atas tindakan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro yang dinilai sewenang-wenang.
Sejumlah Apartur Sipil Negara menggelar demo di Kantor Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada Senin (20/1). Mereka protes atas tindakan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro yang dinilai sewenang-wenang.
Dari video yang beredar, puluhan ASN berbaris di lobi depan gedung. Mereka membentangkan spanduk-spanduk bernada satire yang secara tak langsung ditujukan kepada Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Pada video lainnya, terlihat Menteri Satryo ternyata berada di kantornya. Dia berada di parkiran gedung untuk bergegas pergi dari kantor menggunakan mobil bernomor RI 25.
Para ASN mencoba mengadang Menteri Satryo yang dikawal para ajudannya. Ratusan ASN meneriaki mobil Satryo untuk turun dari mobil dan mendengarkan protes para pegawai. Namun, tidak ada reaksi dari Satryo. Mobil yang ditumpanginya buru-buru keluar dari gedung.
Spanduk berkelir hitam bertuliskan "Institusi Negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan istri". Sementara spanduk lain berlatar putih bertuliskan "Kami dibayar oleh negara, bekerja untuk negara bukan babu keluarga".
Karangan bunga bernada sindiran juga berjejer rapih menghiasi pintu depan lobi gedung. Sebagian besar, isinya menyindir perilaku dari Satryo Soemantri.
ASN Diusir dan Dipecat Sepihak
Salah satu ASN yang bertugas di Prahum Ahli Muda & Pj. Rumah Tangga, atas nama NH menuangkan protesnya. Dia bercerita, diusir dari kantor yang sudah dihuni selama 24 tahun pada Jumat, (17/1).
"Tiba-tiba pimpinan tertinggi kami masuk ke ruangan kami dan dihadapan semua orang, beliau mengusir saya keluar dan memerintahkan untuk pindah ke Kemendikdasmen saya keluar dan salat," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (20/1/2025).
NH mengatakan, penyebab diusir dari ruangan karena persoalan sepele. "Berawal dari sebuah meja di ruang tertinggi lantai 18, yang mungkin perlu diganti karena dianggap “tidak menghormati” dan lain-lain," ujar dia.
Tak cuma itu, NH juga kini harus dipecat karena dianggap tak mampu dalam menyelesaikan persoalan di lapangan. "Lalu semua masalah urusan rumah tangga yang terjadi di lapangan, bermuara kepada Saya, sampai saya harus keluar dari institusi ini," ujar dia.
Terkait hal ini, NH menyampaikan permohonan maaf bila mana selama bekerja dinilai kurang bisa melayani dengan baik para pimpinan definitif.
"Maka, dari hati yang terdalam, saya menyampaikan permohonan maaf kepada Para Pimpinan yang definitif, jika dalam saya melayani Ibu Bapak semua masih banyak kekurangan," ujar dia.
NH berharap, kejadian pemberhentian secara sepihak tak terulang kembali. Dia merasa aksi pimpinan tersebut telah melanggar hak asasi manusia.
"Saya menitipkan teman-teman pegawai Diktiristek, jangan sampai ada lagi yang diperlakukan tidak adil seperti saya. Sungguh ini sangat di luar perikemanusiaan dan melanggar Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang yang ada," ujar dia.
Surat Lengkap NH
Berikut isi lengkapnya:
*Kami Insan Pendidikan Tinggi*
Bismillahirrahmanirrahim,
Bersyukur saya berada di institusi pemerintah khususnya Intitusi Pendidikan sejak tahun 2001 menjadi CPNS. Harapan saya adalah saya akan menjadi seorang PNS yang mempunyai tugas mulia, melayani masyarakat Indonesia di bidang pendidikan hingga akhir masa tugas saya. Maka sejatinya saya sebagai pengelola pendidikan tentu harus memberikan contoh atau tauladan sebagai orang-orang yang terdidik dan berkarakter.
Alhamdulillah sudah 24 tahun semua berjalan dengan baik, sampai pada Jumat sore kemarin, 17 Januari 2024, tiba-tiba pimpinan tertinggi kami masuk ke ruangan kami dan dihadapan semua orang, beliau mengusir saya keluar dan memerintahkan untuk pindah ke Kemendikdasmen… Saya keluar dan shalat.
Saya bertanya kepada diri, apa rencana Allah selanjutnya… saya masih ingat arahan pimpinan kami saat itu, tim kami harus memberi pelayanan yang baik kepada pimpinan-pimpinan yang baru, tentu kami langsung siap melayani pimpinan… terutama penanggungjawab rumah tangga, saya, dengan urusan-urusan rumah tangga kantor saja, bukan urusan bidang substantif pendidikan tinggi.
Sayangnya, penyebab pengusiran saya kemarin itu berawal dari sebuah meja di ruang tertinggi lantai 18, yang mungkin perlu diganti karena dianggap “tidak menghormati” dan lain-lain. Lalu semua masalah urusan rumah tangga yang terjadi di lapangan, bermuara kepada Saya, sampai saya harus keluar dari institusi ini, Wallahu A'lam Bishawab…
Maka, dari hati yang terdalam, saya menyampaikan permohonan maaf kepada Para Pimpinan yang definitif, jika dalam saya melayani Ibu Bapak semua masih banyak kekurangan… Saya menitipkan teman-teman pegawai Diktiristek, jangan sampai ada lagi yang diperlakukan tidak adil seperti saya. Sungguh ini sangat diluar perikemanusiaan dan melanggar Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang yang ada…
رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
QS 26 ayat 83. (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh”.
18 Januari 2024,
NH
Prahum Ahli Muda &
Pj. Rumah Tangga