Rabu Lusa, Menteri Satryo Soemantro Brodjonegoro Dipanggil DPR Buntut Demo Anak Buah
Para ASN mengkritik keras gaya kepemimpinan Satryo yang dianggap tidak prosedural.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro didemo Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Kemendikti Saintek, Senin (20/1) pagi. Mereka mengkritik keras gaya kepemimpinan Satryo yang dianggap tidak prosedural.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani merespons demo dilakukan para ASN terhadap Menteri Satryo tersebut. Dia meminta apa pun masalah yang terjadi untuk diselesaikan secara internal.
"Saya mengimbau, semua tenang dan kondusif. Silakan dicari solusi yang terbaik. Apa pun masalah yang terjadi di internal Kemdiktisaintek, tolong diselesaikan secara internal," kata Lalu saat dihubungi wartawan, Senin (20/1).
Penelusuran DPR
Lalu menyebut, Komisi X DPR belum pernah menerima aspirasi dari ASN Kemendikti Saintek terkait pemicu unjuk rasa. Sebagai mitra kerja, Komisi X juga masih mencari tahu kronologi di kementerian tersebut.
"Kami di Komisi X belum mengetahui persis persoalan internal yang terjadi. Secara kelembagaan kami belum menerima (laporan),” kata dia.
Lalu Hadrian mengatakan, pada Rabu (22/1) lusa Komisi X bakal menggelar rapat dengan Satryo dan jajaran Kemendikti Saintek. Permasalahan ini bakal di tanyakan saat rapat Rabu nanti.
"Ya tentu karena menjadi pertanyaan publik, saya rasa kemungkinan akan menjadi pertanyaan anggota ya. Tapi sekali lagi, silahkan selesaikan secara internal dulu, agar semua fokus bekerja," kata Lalu.
Pimpinan DPR Minta Komisi X Pantau dan Evaluasi Kasus Demo ASN Kemendikti
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco meminta Komisi X memantau dan evalausi kasus adanya demo sejumlah Apartur Sipil Negara (ASN) di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Senin (20/1).
“Kita akan minta komisi teknis terkait kementerian juga untuk melakukan pemantauan dan evaluasi,” kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1).
Dasco mengaku belum mengetahui detail adanya demo tersebut. Oleh karena itu ia memastikan akan mencari tahu dan mengkaji.
“Tentunya kita akan mencari tahu, kita akan kaji,” kata dia.
Alasan ASN Demo Menteri Satryo
Sebelumnya, ASN yang berdemo menilai tindakan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi atau Mendikti Saintek Prof Ir Satryo Soemantri Brodjonegoro yang dinilai sewenang-wenang dalam bekerja.
Dari video yang diterima Liputan6.com, puluhan ASN berbaris di lobi depan gedung. Mereka membentangkan spanduk-spanduk bernada satir yang secara tak langsung ditujukan kepada Prof Ir Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Adapun, salah satu spanduk demo yang terlihat berkelir hitam bertuliskan "Institusi Negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan istri".
Sementara spanduk lain berlatar putih bertuliskan "Kami dibayar oleh negara, bekerja untuk negara bukan babu keluarga".
Karangan bunga bernada sindiran juga berjejer rapih menghiasi pintu depan lobi gedung. Sebagian besar, isinya juga menyindir perilaku dari Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, salah satu ASN yang bertugas di Prahum Ahli Muda dan Pj Rumah Tangga, atas nama NH menuangkan uneg-unegnya.
Dia bercerita, diusir dari kantor yang sudah dihuni selama 24 tahun belakangan. Hal itu diketahui dialami pada Jumat sore 17 Januari 2024.
"Tiba-tiba pimpinan tertinggi kami masuk ke ruangan kami dan dihadapan semua orang, beliau mengusir saya keluar dan memerintahkan untuk pindah ke Kemendikdasmen saya keluar dan salat," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (20/1).