Maarten Paes Makin Bersinar di Ajax: Clean Sheet Bertambah, Peluang Jadi Kiper Utama Terbuka Lebar
Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, menunjukkan penampilan yang sangat mengesankan sejak ia bergabung dengan Ajax Amsterdam.
Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, telah menunjukkan performa yang sangat mengesankan sejak bergabung dengan Ajax Amsterdam pada paruh kedua musim Eredivisie 2025/2026. Peluang kiper asal Belanda ini untuk menjadi andalan di musim depan semakin terbuka lebar. Terbaru, Maarten Paes berhasil menjaga gawangnya tetap bersih dari kebobolan saat Ajax Amsterdam mengalahkan Heracles Almelo dengan skor 3-0 pada pekan ke-30 yang berlangsung di Asito Stadion, Minggu (12/4/2026).
Dengan penampilan gemilang tersebut, kiper berusia 27 tahun ini telah menambah koleksi cleansheet untuk Ajax. Saat ini, Paes telah mencatatkan tiga kali nirbobol dan hanya kebobolan tujuh gol dari tujuh pertandingan di Eredivisie. Melihat komposisi penjaga gawang yang ada saat ini, sangat mungkin bagi kiper andalan Timnas Indonesia ini untuk tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Ajax pada musim mendatang. Berikut Bola.com menyajikan ulasan lebih lanjut mengenai performa dan peluang Maarten Paes.
Keberuntungan
Bergabungnya Maarten Paes ke Ajax Amsterdam pada bursa transfer musim dingin lalu tidak direncanakan untuk menjadikannya sebagai kiper utama. Awalnya, ia direkrut karena kiper cadangan, Remko Pasveer, sedang diminati oleh klub lain, sehingga Ajax harus segera mencari penggantinya. Pilihan jatuh kepada Maarten Paes, yang pada awalnya diharapkan menjadi pelapis untuk penjaga gawang utama, Vitezslav Jaros. Namun, situasi berubah ketika Jaros mengalami cedera parah saat latihan. Kiper yang dipinjam dari Liverpool ini harus menjalani operasi, yang berarti ia akan mengakhiri musim lebih cepat dari yang diharapkan. Dalam kondisi seperti ini, Paes pun langsung diandalkan sebagai kiper utama.
Setelah bergabung, Paes sempat menjadi penghangat bangku cadangan saat Ajax meraih kemenangan 4-1 atas Fortuna Sittard di pekan ke-23. Namun, situasi itu tidak berlangsung lama, karena pada pekan berikutnya, ia diberikan kesempatan untuk tampil perdana melawan NEC Nijmegen. Debutnya ini menjadi momen penting dalam kariernya, mengingat ia harus mengambil alih posisi yang sebelumnya diisi oleh kiper utama yang cedera. Keberanian dan kemampuan Paes dalam menjaga gawang akan menjadi sorotan, terutama dalam situasi genting yang dihadapi Ajax saat itu.
Tidak ada pesaing yang signifikan
Optimisme Paes untuk menjadi andalan musim depan semakin meningkat karena minimnya persaingan di posisi penjaga gawang Ajax Amsterdam. Saat ini, dia adalah satu-satunya kiper berpengalaman yang tersedia di tim.
Sebenarnya, ada satu kiper muda, Joeri Heerkens, yang dipersiapkan sebagai pelapis, namun ia masih memiliki pengalaman yang terbatas, terutama di kompetisi level tertinggi. Situasi semakin memburuk ketika Heerkens mengalami cedera pada pergelangan kakinya saat bermain untuk Ajax U-21, sehingga ia harus menyusul seniornya, Jaros, yang sudah mengakhiri musim lebih awal.
Dengan kondisi ini, Paes menjadi satu-satunya opsi kiper yang dapat dipilih Ajax hingga akhir musim. Sementara itu, kiper-kiper lainnya yang ada di tim masih tergolong sangat muda dan kurang memiliki jam terbang yang memadai.
Andalan musim depan?
Komposisi kiper Ajax dalam pertandingan terakhir melawan Heracles Almelo memang sangat menarik untuk dicermati. Maarten Paes tampil sebagai kiper utama, sementara di bangku cadangan terdapat dua penjaga gawang muda yang menarik perhatian, yaitu Paul Reverson dan Aymean El Hani. Keduanya merupakan produk Ajax U-21 yang saat ini berkompetisi di Keuken Kampioen Divisie, liga kasta kedua di Belanda. Paul Reverson bukanlah wajah baru di tim utama Ajax, karena ia sudah beberapa kali dipanggil meski belum pernah melakukan debut resmi. Di sisi lain, Aymean El Hani, yang baru berusia 18 tahun, mencatatkan namanya untuk pertama kalinya dalam daftar pemain Ajax. Jika susunan ini tidak berubah, ada kemungkinan besar Maarten Paes akan tetap menjadi kiper utama Ajax di musim depan. Namun, masa depannya juga sangat bergantung pada aktivitas Ajax di bursa transfer musim panas yang akan datang.