Menikmati Lezatnya Bebek Songkem, Kuliner Khas Madura Simbol Penghormatan untuk Para Ulama
Bebek Songkemm merupakan makanan yang lahir dari tradisi masyarakat muslim Kabupaten Sampang.
Bebek Songkemm merupakan makanan yang lahir dari tradisi masyarakat muslim Kabupaten Sampang.
Menikmati Lezatnya Bebek Songkem, Kuliner Khas Madura Simbol Penghormatan untuk Para Ulama
Bebek Songkem adalah kuliner asli Pulau Madura. Berbeda dari kuliner bebek kebanyakan, proses memasak Bebek Songkem tidak melalui digoreng, sehingga membuat kuliner ini terbilang lebih sehat karena rendah minyak.
Bebek Songkemm merupakan makanan yang lahir dari tradisi masyarakat muslim Kabupaten Sampang.
Kuliner ini merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan masyarakat Sampang terhadap kiai mereka atas dedikasi mereka dalam mendidik anak-anak mereka mengaji.
Selain itu ada alasan lain kenapa kuliner itu dinamakan Bebek Songkem. Bebek disajikan dengan posisi leher dan kepala yang ditekuk menunduk seperti posisi orang yang sedang sungkem. Bebek kemudian disajikan dengan pembungkus daun pisang.
Sebelum disajikan, bebek terlebih dahulu dikukus selama 3-4 jam.
Pengolahan melalui proses kusus yang memakan waktu hingga berjam-jam dilakukan untuk memastikan bumbu meresap merata. Selain itu proses tersebut juga membuat Bebek Songkem menjadi kuliner yang rendah kolesterol.
Setelah itu, daging bebek ditempatkan di atas batang pisang yang terbuka. Bebek kemudian mengeluarkan aroma yang menggoda. Uap air yang dihasilkan dari batang pisang justru meresap sempurna ke dalam daging bebeknya.
Bebek songkem biasanya dinikmati bersama nasi hangat. Kuliner ini pun menjadi alternatif makanan sehat karena tinggi protein namun rendah kolesterol.
Bikin Ketagihan
Salah seorang penikmat Bebek Songkem asal Sulawesi Utara, Devri, mengaku menyantap satu ekor saja tidak cukup karena saking nikmatnya. Padahal dia baru pertama kali mencicipi kuliner khas Madura itu.
“Pedas tapi nikmat sekali. Selain dagingnya empuk, rasa pedasnya terasa. Dan yang paling saya suka adalah harum daun pisang dan tidak berair. Rasanya maknyus sekali,” kata Devri dikutip dari Rri.co.id.
Sementara itu, penjual Bebek Songkem asal Sampang, Aan, mengaku dia menjual Bebek Songkem dengan harga Rp60.000 per ekor di momen lebaran. Walaupun bahannya sederhana, namun ia mengaku membuat Bebek Songkem itu susah-susah gampang.
Aan menjelaskan, untuk membuat Bebek Songkem, perlu tempat khusus yaitu semacam blek besar. Kemudian di dalam blek itu diisi pelepah dan gedebok/batang pohon pisang.
“Kemudian bebek yang sudah dibumbui dibungkus daun pisang, diikat, dan ditutup dengan keramik atau barang berat agar asapnya tidak masuk. Jadi daging bebek dibungkus daun pisang tanpa air,” kata Aan.