Uma Oma Heritage Menteng: Pulang ke Rumah Nenek dengan Cita Rasa Premium dan Kehangatan Para Oma

Rasakan pengalaman bersantap yang unik di Uma Oma Heritage Menteng, restoran terbaru yang menghadirkan masakan Nusantara premium dan pelayanan hangat dari para 'oma', serasa pulang ke rumah nenek.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Uma Oma Heritage Menteng: Pulang ke Rumah Nenek dengan Cita Rasa Premium dan Kehangatan Para Oma
Rasakan pengalaman bersantap yang unik di Uma Oma Heritage Menteng, restoran terbaru yang menghadirkan masakan Nusantara premium dan pelayanan hangat dari para 'oma', serasa pulang ke rumah nenek. (AntaraNews)

Uma Oma Heritage Menteng resmi membuka pintunya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda. Restoran ini mengusung konsep 'pulang ke rumah nenek' yang kental, menyajikan hidangan Nusantara autentik dengan sentuhan premium. Keunikan utama terletak pada staf pelayanannya, yang sebagian besar adalah lansia atau akrab disapa 'oma', menciptakan suasana hangat dan personal bagi setiap pengunjung yang disebut 'cucu kesayangan'.

Peresmian Uma Oma Heritage pada Kamis (2/4) menjadi babak baru bagi Uma Oma Group, yang sebelumnya sukses dengan Uma Oma Cafe di Blok M. Restoran di Menteng ini dirancang lebih luas dan hanya satu lantai, memungkinkan para oma untuk bergerak lebih leluasa dalam melayani tamu. Konsep ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyentuh hati dengan nuansa nostalgia dan pemberdayaan lansia.

Para oma, mengenakan seragam rapi berpadu kain batik, menyambut setiap tamu dengan senyum dan keramahan, menuangkan air mineral, teh, hingga menyendokkan nasi ke piring. Interaksi hangat ini menjadi daya tarik utama, membuat pengunjung merasa benar-benar seperti cucu yang sedang berkunjung ke rumah nenek.

Uma Oma Heritage Menteng melanjutkan kesuksesan Uma Oma Cafe di Blok M, yang sempat viral karena kehangatan pelayanan dari karyawan lansia. Berbeda dengan kafe di Blok M yang terdiri dari tiga lantai, Uma Oma Heritage di Menteng dirancang lebih lapang dan satu lantai, memastikan kenyamanan dan keamanan para oma dalam bekerja.

Salah satu staf, Oma Lauren, seorang mantan atlet bulu tangkis yang kini menjadi pramusaji, berbagi pengalamannya. Meskipun tidak memiliki latar belakang di industri restoran, ia telah beradaptasi dengan cepat, bahkan mahir menggunakan gawai untuk memasukkan pesanan. Oma Lauren juga aktif membuat Bika Talago di Dapur Oma, sebuah elemen interaktif yang memungkinkan tamu menyaksikan proses pembuatan kue tradisional.

Para oma di Uma Oma Heritage bukan sekadar pelengkap, melainkan 'jantung dan jiwa' dari merek ini, seperti yang ditegaskan oleh Co-founder Uma Oma Group, Firhan Salam. Mereka membuktikan bahwa lansia tetap bisa produktif dan berdaya, menepis stigma yang sering melekat pada usia senja. Komposisi staf lansia mencapai 30 persen dari total karyawan, dengan pembagian tugas yang mempertimbangkan kemampuan fisik, di mana pekerjaan berat ditangani oleh staf muda.

Restoran Uma Oma Heritage menyajikan beragam kuliner dari berbagai penjuru Indonesia, dibalut dengan gaya yang lebih premium. Pemilihan alat makan yang elegan dan desain interior yang mewah menciptakan pengalaman bersantap yang istimewa.

Menu pembuka meliputi aneka kue Nusantara seperti Putri Noong dari Jawa Barat, Talam Ebi dari Kalimantan, Bika Talago khas Minangkabau, serabi dengan pugasan tempe, hingga Kue Lontar dari Papua. Untuk hidangan utama, tersedia pilihan mengenyangkan seperti Ayam Betutu, Itiak Lado Mudo dengan sambal hijau pedas Minangkabau, Empal Gentong khas Cirebon, dan Cumi Hitam Oma yang unik dengan cumi krispi. Sayuran segar seperti Kangkung Bunga Paya juga melengkapi hidangan.

Setelah hidangan utama, pengunjung bisa menikmati Es Kacang Merah yang manis dan menyegarkan, serta Bolu Tape yang lembut. Pilihan minuman pun bervariasi, dari es kopi krim jeruk (Mont Blanc) dan Kopi Kesayangan Oma, hingga minuman tradisional seperti Es Asam Jawa, Susu Jahe, dan Wedang Uwuh.

Konsep pemberdayaan lansia di Uma Oma Group berakar dari pengalaman personal para pendiri. Juna E. Salat, penggagas utama, menjadikan bisnis ini sebagai persembahan untuk neneknya, menciptakan nostalgia 'pulang ke rumah' di setiap elemen Uma Oma.

Firhan Salam menambahkan bahwa Uma Oma Group ingin menunjukkan bahwa lansia adalah Sumber Daya Manusia yang berharga dan loyal. Mereka sedang menjajaki kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk mengembangkan program pelatihan yang lebih variatif, menjangkau lebih banyak lansia, dan memberikan ruang bagi mereka untuk tetap aktif dan mandiri.

Melalui Uma Oma Foundation yang sedang dalam proses pembentukan, Uma Oma Group berupaya menyediakan wadah pelatihan bagi lansia. Selama 2,5 tahun beroperasi, grup ini telah membuktikan bahwa dengan dukungan dan peluang, lansia dapat terus berkembang dan berkontribusi secara signifikan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi