Mengunjungi Pondok Pesantren Tremas Pacitan, Didirikan Santri Indonesia Pertama yang Belajar di Al Azhar Mesir
Sang pendiri pondok pesantren terkenal cerdas sejak kecil
Sang pendiri pondok pesantren terkenal cerdas sejak kecil
Mengunjungi Pondok Pesantren Tremas Pacitan, Didirikan Santri Indonesia Pertama yang Belajar di Al Azhar Mesir
Pondok Pesantren Tremas merupakan pondok pesantren tertua di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pondok yang kini telah berusia lebih dari dua abad ini didirikan oleh santri Indonesia pertama yang belajar di Al Azhar Mesin yakni Kiai Abdul Manan.
Sang Pendiri
Kiai Abdul Manan memiliki nama kecil Bagus Darso. Ia adalah anak R. Ngabehi Dipomenggolo, seorang Demang di daerah Semanten Pacitan. Mengutip situs NU Online, Kiai Abdul Manan adalah salah satu pelajar Indonesia pertama di Mesir.
Sejarah
Mengutip situs pondoktremas.com, Kiai Abdul Manan terkenal cerdas sejak kecil. Ketika ia tumbuh remaja, sang ayah mengirimnya belajar ke Pondok Pesantren Tegalsari Ponorogo. Di sana ia memperdalam ilmu agama di bawah bimbingan Kiai Hasan Besari.
Setelah dianggap cukup berilmu, Kiai Abdul Manan pulang ke kampung halamannya di Semanten. Ia lalu menggagas pengajian sederhana yang diikuti para tetangga.
Pengajian yang diselenggarakan Kiai Abdul Manan muda dengan cepat tersebar luas. Santri-santri dari luar desanya berdatangan. Ia lalu mendirikan pondok di dekat masjid sebagai tempat istirahat santri-santri yang datang dari jauh.
Pindah ke Desa Lain
Setelah menikah, Kiai Abdul Manan pindah ke Desa Tremas, kampung halaman sang istri. Ia dihadiahi tanah luas yang jauh dari pusat kota. Tanah pemberian sang mertua ini dinilai lebih cocok menjadi lokasi pondok pesantren karena menawarkan ketenangan.
Kawasan perdesaan yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan ini dinilai cocok bagi para santri yang ingin belajar belajar dan memperdalam ilmu agama. Kiai Abdul Manan kemudian mendirikan lembaga pendidikan Islam yang dikenal dengan nama Pondok Pesantren Tremas pada tahun 1820 silam.
Pondok Pesantren Tremas
Lembaga pendidikan Islam ini terus menyesuaikan diri agar seirama dengan perkembangan zaman. Kini, berbagai kegiatan di pondok pesantren juga disiarkan kepada publik luas melalui akun YouTube hingga TikTok dan Instagram.
Pada tahun 2023 lalu, Pondok Pesantren Tremas Pacitan menerima penghargaan sebagai pesantren tua yang berdiri lebih satu abad dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).