Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mendorong pondok pesantren untuk mulai mengintegrasikan pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan robotika dalam kurikulum pendidikan. Dorongan ini disampaikan Gibran saat melakukan kunjungan silaturahmi Idul Fitri 1447 H ke Jawa Tengah. Langkah strategis ini bertujuan untuk menyiapkan generasi muda, khususnya santri, menghadapi tantangan teknologi masa depan.
Kunjungan Wapres Gibran dilaksanakan pada Kamis, 26 Maret 2026, dan menyasar dua pondok pesantren terkemuka di Jawa Tengah. Pesan mengenai pentingnya pengembangan talenta digital ini disampaikan langsung kepada pimpinan dan pengurus pesantren. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Pengembangan AI dan robotika di lingkungan pesantren diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga membuka peluang baru bagi santri. Integrasi kurikulum ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam era digital. Hal ini juga sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia unggul di Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Gibran Rakabuming Raka menyampaikan agar kegiatan di pesantren tidak hanya berfokus pada aktivitas konvensional, tetapi juga mulai diarahkan pada pengembangan AI dan robotika. Pesan ini disampaikan saat kunjungan ke Pondok Pesantren Walisongo Sragen. Wakil pengasuh Ponpes Walisongo, Muhammad Bahrul Mustawa, mengonfirmasi pesan Wapres tersebut usai menerima kunjungan.
Kunjungan Wapres yang didampingi Bupati Sragen Sigit Pamungkas disambut hangat oleh jajaran pengurus, santri, dan masyarakat sekitar Ponpes Walisongo Sragen. Selain menyapa warga, Gibran juga membagikan bingkisan berupa alat tulis kepada para santri. Hal ini menjadi bentuk dukungan terhadap pendidikan mereka.
Pertemuan khusus kemudian digelar antara Wapres dengan Pengasuh Ponpes Walisongo K.H. Ma’ruf Islamuddin. Mustawa menuturkan bahwa pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, diwarnai dengan doa serta harapan agar kepemimpinan nasional dapat berjalan dengan baik. K.H. Ma’ruf Islamuddin mendoakan kepemimpinan nasional, termasuk Gibran dan Presiden Prabowo, agar menjalankan amanah dengan jujur dan program-programnya berjalan baik.
Advertisement
Advertisement
Dalam dialog tersebut, Wapres Gibran memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah yang sedang dan akan dijalankan. Program-program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama, serta rencana strategis pengadaan rumah haji.
Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama merupakan langkah penting untuk memberikan perhatian strategis terhadap eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan dan benteng moral bangsa. Dengan adanya Ditjen Pesantren, layanan negara bagi pesantren diharapkan akan semakin cepat, tepat, dan berdampak.
Terkait pengembangan sumber daya manusia, Gibran menekankan pentingnya pengembangan talenta digital di lingkungan pesantren. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar generasi muda, termasuk santri, siap menghadapi tantangan teknologi masa depan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten di era digital.
Advertisement
Pemerintah berupaya memastikan bahwa santri memiliki akses dan kesempatan yang sama dalam menguasai teknologi. Melalui program-program ini, pesantren diharapkan dapat menjadi pusat inovasi dan pemberdayaan ekonomi. Hal ini akan mendukung pembangunan sosial di daerah dan memperkuat peran pesantren dalam pembangunan nasional.
Advertisement
Usai merampungkan agenda di Sragen, Wapres melanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren Az-Zayadiyy di Surakarta. Kedatangan Gibran disambut oleh Ketua Ponpes Az-Zayadiyy Rakha beserta jajaran pengurus dan para santri.
Di Surakarta, Wapres bersilaturahmi dengan pengasuh Ponpes Az-Zayadiyy K.H. Abdul Karim atau Gus Karim. Pokok pembahasan dalam pertemuan tersebut senada dengan poin-poin yang disampaikan di Ponpes Walisongo, yakni penguatan peran pesantren dalam menyukseskan program pemerintah.
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk melibatkan pesantren dalam agenda pembangunan nasional. Terutama dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan berdaya saing. Peran pesantren diharapkan semakin strategis dalam mencetak individu yang tidak hanya berakhlak mulia tetapi juga melek teknologi.
Advertisement
Melalui integrasi AI dan robotika, pesantren dapat menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi pada berbagai sektor industri. Ini akan mendukung transformasi digital Indonesia. Selain itu, penguatan kelembagaan pesantren melalui Direktorat Jenderal Pesantren akan memastikan pengelolaan yang lebih fokus dan terukur.
Sumber: AntaraNews