9,3 Persen Warga Jateng Masih Miskin, Gubernur Luthfi: Kita Harus Keroyok Bersama
Untuk sektor perumahan, Pemprov Jateng pada 2025 memperbaiki ribuan rumah tidak layak huni (RTLH).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengajak pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berkolaborasi dalam mengatasi kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Sebab 9,39 persen angka kemiskinan Jawa Tengah masih menjadi pekerjaan rumah.
Upaya itu dilakukan agar kemiskinan dapat ditekan melalui kolaborasi lintas sektor.
"Kadin kami minta untuk tampil di depan. Memerangi kemiskinan itu tidak bisa hanya sandang, pangan, papan. Ada kesehatan, ada pendidikan. Kita harus keroyok bersama,” kata Luthfi menghadiri silaturahmi Kadin Jawa Tengah di Semarang, Jumat (17/4).
Dia menyebut, penanganan kemiskinan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial, tapi perlu dilakukan secara menyeluruh dengan intervensi dari berbagai sektor.
"Seperti rumah kita perbaiki, perut kita isi, kesehatannya kita tangani, anaknya kita sekolahkan. Semua harus jalan bareng,” ungkapnya.
Untuk sektor perumahan, Pemprov Jateng pada 2025 memperbaiki ribuan rumah tidak layak huni (RTLH).
Sektor Kesehatan
Sedangkan untuk sektor kesehatan, Pemprov juga menjalankan program Dokter Spesialis Keliling (Speling), yakni layanan dokter spesialis yang turun langsung ke desa-desa.
"Masyarakat desa itu banyak yang belum pernah ketemu dokter spesialis. Maka para dokter spesialis keliling ke desa-desa," ujarnya.
Secara tegas, Luthfi meminta Kadin agar mengoptimalkan program CSR untuk membantu masyarakat miskin ekstrem di seluruh kabupaten/kota.
"CSR-nya digunakan untuk membantu yang miskin ekstrem di wilayah kita. Kalau tidak kita keroyok ramai-ramai, Jawa Tengah akan begitu-begitu saja,” jelasnya.
Kadin Siap Dukung Program
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro, mengatakan nantinya siap untuk mendukung program pemerintah.
"Kami berharap Kadin sebagai mitra strategis pemerintah bisa terus mendorong dan membantu program-program pemerintah provinsi, termasuk dalam mengentaskan kemiskinan,” kata Harry.
Ia meyakini kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan dunia usaha mampu mengoptimalkan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah.