Gubernur Jateng Ajak Teladani Kiai Dalhar: Kuatkan Persatuan Nasionalisme Bangsa
Gubernur Jawa Tengah mengajak masyarakat meneladani KH Dalhar, ulama pejuang yang mengajarkan nilai-nilai persatuan nasionalisme dan bela negara, relevan untuk menjaga keutuhan bangsa.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meneladani sosok almarhum KH Dalhar. Ajakan ini disampaikan dalam rangka menguatkan persatuan nasionalisme bangsa di tengah berbagai tantangan. Sosok KH Dalhar dikenal sebagai ulama yang tidak hanya mengajarkan ilmu keislaman, tetapi juga implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Luthfi pada acara Haul ke-66 KH Dalhar yang berlangsung di Pondok Pesantren Darussalam Watucongol, Muntilan, Kabupaten Magelang, Senin. Ribuan jemaah dari berbagai daerah turut hadir memadati acara tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan penghormatan mendalam kepada ulama pejuang kemerdekaan Republik Indonesia ini.
KH Dalhar merupakan ulama inspiratif yang gigih mengajarkan persatuan dan kesatuan, nasionalisme, serta semangat bela negara. Nilai-nilai luhur ini menjadi fondasi penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, meneladani beliau adalah langkah konkret dalam menjaga keutuhan Indonesia.
Ajaran Kiai Dalhar: Fondasi Persatuan dan Nasionalisme
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa KH Dalhar adalah ulama yang tidak sekadar menyampaikan teori keislaman. Beliau juga mengajarkan bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai luhur tersebut dalam keseharian masyarakat. Ajaran ini mencakup pentingnya persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman Indonesia.
KH Dalhar merupakan sosok pejuang yang aktif menyuarakan pentingnya nasionalisme dan bela negara. Semangat ini menjadi landasan kuat bagi para santri dan masyarakat untuk mencintai tanah air. "Haul ini bentuk penghargaan kepada kiai pendiri bangsa. Ada nilai-nilai persatuan dan kesatuan di sini," kata Gubernur Luthfi.
Gubernur Luthfi menambahkan, masyarakat harus meneladani nilai-nilai yang diajarkan oleh KH Dalhar, termasuk kesederhanaan yang tertanam pada diri beliau. Keteladanan ini diharapkan dapat memperkuat karakter bangsa. Beliau adalah teladan nyata bagi generasi penerus bangsa.
Dampak Haul dan Perputaran Ekonomi Lokal
Peringatan Haul ke-66 KH Dalhar tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa seorang ulama besar. Acara ini juga memperlihatkan dampak nyata warisan KH Dalhar dalam melecut semangat persatuan dan kesatuan para santrinya. Jemaah haul tidak hanya datang dari Magelang atau Jawa Tengah, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar pulau Jawa.
Kehadiran ribuan jemaah dari berbagai penjuru ini menciptakan kolaborasi tradisi dan budaya yang kuat. Gubernur Luthfi menyoroti dampak sosial-ekonomi yang signifikan dari rangkaian kegiatan haul tersebut. "Ini bentuk kolaborasi tentang tradisi, nguri-uri budaya," ujarnya.
Luthfi juga menambahkan bahwa kegiatan haul ini berhasil menggerakkan roda perekonomian lokal. "Coba bayangin, kita masuk ke wilayah Watucongol, sudah berapa ratus UMKM yang terlibat. Artinya ada perputaran ekonomi bagi masyarakat tercipta," jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa acara keagamaan besar dapat memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar.
Pesantren sebagai Pusat Nasionalisme dan Toleransi
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, turut menyoroti peran penting pesantren sebagai sumber inspirasi kesadaran nasionalisme dan antipenjajahan. KH Dalhar dan Pondok Pesantren Darussalam Watucongol telah melahirkan banyak santri yang kemudian menjadi tokoh berpengaruh di daerahnya masing-masing.
Menurut Muzani, pesantren juga merupakan sumber persatuan karena menjadi tempat berkumpulnya orang-orang dari berbagai daerah dan suku. Di lingkungan pesantren, nilai-nilai toleransi, kebersamaan, silaturahmi, dan persatuan diajarkan serta dipraktikkan secara nyata. Ini menjadikan pesantren sebagai miniatur keberagaman Indonesia.
Dalam situasi global saat ini, Muzani menekankan bahwa modal utama yang harus dimiliki bangsa adalah persatuan dan kebersamaan. "Mbah Dalhar salah satu tokoh yang selalu menyerukan kepentingan bangsa, ia mengedepankan kepentingan bersama di atas segala-galanya," kata Muzani. Ajaran ini sangat relevan untuk menjaga keutuhan dan kemajuan Indonesia.
Sumber: AntaraNews