ISNU NTB Dukung Penuh Penyelenggaraan Muktamar NU ke-35 di NTB, Siap Jadi Tuan Rumah Akbar
Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Nusa Tenggara Barat, Zamroni Aziz, menyatakan dukungan penuh agar Muktamar NU ke-35 di NTB dapat terselenggara. Kesiapan infrastruktur dan dukungan pemerintah daerah menjadi modal utama bagi NTB.
Mataram, Nusa Tenggara Barat, menjadi sorotan setelah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) wilayah setempat menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 pada tahun 2026. Dukungan ini disampaikan langsung oleh Ketua ISNU Nusa Tenggara Barat, Zamroni Aziz, pada Rabu (01/4) di Mataram. Menurutnya, NTB memiliki segala persyaratan yang memadai untuk menggelar acara akbar tersebut.
Pengajuan NTB sebagai kandidat tuan rumah Muktamar NU ke-35 ini tidak berlebihan, mengingat rekam jejak daerah ini dalam menyelenggarakan berbagai acara berskala nasional dan internasional. Kesiapan NTB meliputi aspek infrastruktur, teknis, hingga mobilisasi peserta yang diyakini dapat berjalan lancar. Hal ini menjadi argumen kuat bagi PBNU untuk mempertimbangkan NTB sebagai lokasi Muktamar mendatang.
Zamroni Aziz, yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) NTB, menekankan bahwa seluruh elemen di NTB, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, siap menyambut dan menyukseskan perhelatan penting ini. Harapan besar tersemat agar PBNU dapat melihat potensi dan kesiapan NTB yang telah terbukti dalam berbagai kesempatan sebelumnya.
Kesiapan Infrastruktur dan Pengalaman NTB
Nusa Tenggara Barat menunjukkan kesiapan yang matang dalam hal infrastruktur dan teknis untuk menyelenggarakan Muktamar NU ke-35. Zamroni Aziz menegaskan bahwa NTB memiliki kelengkapan yang dibutuhkan, termasuk fasilitas mobilisasi, transportasi, dan infrastruktur pendukung lainnya. "Dari semua unsur baik mobilisasi, transportasi, dan infrastruktur semua kita punya," ujarnya.
Bukti nyata kesiapan daerah ini terlihat dari keberhasilan penyelenggaraan berbagai event skala nasional dan internasional yang telah sukses digelar di NTB. Pengalaman ini memberikan keyakinan bahwa Muktamar NU, sebagai forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia, juga akan berjalan dengan sukses di tangan NTB. "Saya kira kalau Muktamar dan semua kita menginginkan, saya rasa tidak berlebihan karena semua sudah mencukupi," tambah Zamroni.
Selain itu, banyaknya pondok pesantren besar dan ketersediaan hotel yang memadai di NTB menjadi nilai tambah. Fasilitas akomodasi yang melimpah ini sangat mendukung kebutuhan peserta Muktamar yang diperkirakan akan datang dari berbagai penjuru Indonesia. "Kita punya Pondok Pesantren besar, gedung-gedung besar dan banyaknya hotel hari ini, sangat mencukupi untuk pelaksanaannya," tegas Zamroni.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah dan Masyarakat
Dukungan terhadap pencalonan NTB sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35 tidak hanya datang dari ISNU, tetapi juga dari seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat. Zamroni Aziz optimis bahwa para kepala daerah, termasuk Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, dan Walikota se-NTB, akan memberikan dukungan penuh. "Saya yakin semua kepala daerah baik Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati/Walikota se-NTB akan mendukung karena ini juga bagian dari sejarah untuk daerah," ucapnya.
Dukungan ini dianggap sebagai bagian dari upaya untuk mengukir sejarah bagi daerah NTB. Lebih lanjut, Zamroni berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan lainnya seperti NW, NWDI, Muhammadiyah, bahkan lintas agama, akan turut memeriahkan acara ini. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB juga secara formal administratif telah menyampaikan kesiapan NTB kepada PBNU melalui surat resmi.
Semangat kebersamaan dan persatuan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi PBNU dalam menentukan lokasi Muktamar. "Kita dari keluarga besar NU dan warga NTB dari Sape sampai Ampenan akan ikut memeriahkan, dari semua kalangan organisasi keagamaan baik NW, NWDI, Muhammadiyah, dan termasuk lintas agama akan menyambut gembira, dan kami yakin jika di koordinir mereka semua akan mendukung Muktamar NU," katanya.
Harapan untuk PBNU dan Dampak Sejarah
ISNU NTB sangat berharap agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di pusat dapat mempertimbangkan kesiapan NTB sebagai tuan rumah Muktamar ke-35. Dengan segala potensi dan dukungan yang ada, NTB dinilai layak menjadi tempat penyelenggaraan forum penting ini. Muktamar NU ke-35 diperkirakan akan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.
Penyelenggaraan Muktamar di NTB tidak hanya akan menjadi ajang konsolidasi internal NU, tetapi juga diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pembangunan daerah, termasuk sektor pariwisata. PWNU NTB juga optimis bahwa jika NTB terpilih, Muktamar dapat sekaligus menjadi ajang promosi wisata daerah. Hal ini akan menjadi sebuah sejarah baru bagi Nusa Tenggara Barat dan seluruh warga Nahdliyin di sana.
Sumber: AntaraNews