Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Airlangga secara resmi telah terbentuk di Universitas Airlangga (Unair). Kepengurusan baru untuk periode 2025-2030 ini dilantik pada Sabtu, 13 September, di Gedung Monumen Resolusi Jihad PCNU Kota Surabaya.
Pembentukan ini menandai langkah penting bagi kalangan intelektual Nahdlatul Ulama di lingkungan kampus. Acara pelantikan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Ketua Umum PP ISNU Prof M Mas'ud Said dan Plt Ketua PW ISNU Jatim Prof Dr KH M Afif Hasbullah.
Prof M Mas'ud Said menekankan bahwa para pendiri Nahdlatul Ulama adalah cendekiawan dan intelektual yang lahir dari pesantren. Mereka memiliki kepekaan tinggi terhadap persoalan masyarakat dan umat pada zamannya, sehingga PCI ISNU Airlangga diharapkan dapat meneruskan semangat perjuangan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Meneruskan Jejak Intelektual Pendiri NU
Wakil Ketua Umum PP ISNU, Prof M Mas'ud Said, dalam sambutannya menegaskan bahwa para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) merupakan pribadi-pribadi cendekiawan. Mereka adalah intelektual yang tumbuh dari lingkungan pesantren dan memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial dan keumatan pada masanya.
Oleh karena itu, Prof Mas'ud Said, yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma), menyatakan bahwa pengurus PCI ISNU Airlangga yang baru dilantik merupakan pelanjut dari perjuangan para muassis NU. Mereka diharapkan dapat mengemban amanah tersebut dengan baik.
Kepengurusan PCI ISNU Airlangga dipimpin oleh Dr. Abdulloh Machin sebagai Ketua dan Dr Fatin Fadhillah Hasib sebagai Sekretaris. Jajaran ini juga diperkuat oleh sejumlah tokoh dan cendekiawan terkemuka, termasuk Dr Listiyono Santoso dan Prof Dr Imron Mawardi, yang siap berkontribusi dalam organisasi.
Advertisement
Advertisement
Empat Pilar Program Utama NU untuk Kemajuan Organisasi
Dalam kesempatan tersebut, Mas'ud Said juga menekankan pentingnya kerja keras pengurus ISNU dan Badan Otonom NU untuk kemajuan organisasi di masa mendatang. Ia menyoroti peran strategis Banom NU, yang terdiri dari individu-individu terdidik, dalam menggerakkan organisasi di era digital dan masyarakat modern perkotaan.
Mas'ud Said merujuk pada buku 'Peta Jalan NU di Abad Kedua' yang menguraikan delapan program utama NU, dengan empat di antaranya menjadi fokus penting. Program-program ini mencakup penguatan manhaj Ahlussunnah Waljamaah dan proliferasi ajaran Aswaja di komunitas di luar NU.
Selain itu, terdapat program penguatan kaderisasi secara berjenjang dan terpadu, serta penguatan jam'iyah NU secara sektoral-kewilayahan. Pilar keempat adalah digitalisasi dan penguasaan serta penguatan teknologi informasi (IT) dalam organisasi, menunjukkan komitmen NU terhadap adaptasi zaman.
Advertisement
Advertisement
Identitas Nahdliyin di Era Modern: Peran PCI ISNU Airlangga
Plt Ketua PW ISNU Jatim, Prof Dr KH M Afif Hasbullah, atau yang akrab disapa Gus Afif, turut mengingatkan tentang fakta Nahdlatul Ulama saat ini. Ia menyatakan bahwa warga Nahdliyin, dengan kapasitas masing-masing di tengah masyarakat, memberikan warna bagi peran sertanya dalam memajukan bangsa.
Gus Afif menyambut baik hadirnya PCI ISNU Airlangga, menekankan bahwa kini bukan lagi zamannya warga NU untuk tidak menghadirkan diri dengan identitas yang jelas. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya eksistensi dan kontribusi nyata dari organisasi seperti PCI ISNU Airlangga.
Setelah prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan rapat kerja dan Stadium General. Stadium General tersebut disampaikan oleh Prof Muhammad Amin Alamsyah, Wakil Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, memberikan wawasan tambahan bagi para pengurus dan peserta yang hadir.
Advertisement
Sumber: AntaraNews