Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah gencar melakukan konsolidasi organisasi menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35. Acara penting ini direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun 2026, tepatnya antara bulan Juli atau Agustus. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh aspek persiapan berjalan lancar dan terstruktur.
Sekretaris Jenderal PBNU masa khidmat 2022–2027, Saifullah Yusuf, menegaskan komitmen tersebut. Gus Ipul, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa seluruh energi PBNU kini diarahkan untuk suksesnya Muktamar. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri acara buka puasa bersama di Gedung PWNU Jatim, Surabaya.
Persiapan Muktamar mencakup berbagai tahapan krusial, mulai dari konsolidasi internal hingga verifikasi administrasi kepengurusan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan hanya pihak yang berhak yang akan menjadi peserta dalam forum tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama tersebut.
Advertisement
Advertisement
PBNU tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga intensif melakukan konsolidasi internal organisasi. Hal ini penting untuk menyatukan visi dan misi seluruh jajaran pengurus dalam menyongsong Muktamar ke-35. Proses ini diharapkan dapat memperkuat fondasi organisasi secara menyeluruh.
Selain itu, PBNU juga memanfaatkan momentum silaturahim dengan para ulama sepuh di berbagai pesantren. Kegiatan ini bertujuan untuk memohon doa restu dan bimbingan spiritual menjelang pelaksanaan Muktamar. Gus Ipul menuturkan agenda silaturahim ini mencakup kunjungan ke sejumlah kiai sepuh di Jawa Timur.
Beberapa kiai sepuh yang akan disambangi antara lain di Ploso, Lirboyo, Kiai Hamid Pasuruan, serta Kiai Fuad Sidogiri. “Nanti setelah itu saya biasanya akan lanjut sowan pada beberapa ulama, khususnya kiai-kiai sepuh seperti ke Ploso, Lirboyo, Kiai Hamid Pasuruan, Kiai Fuad Sidogiri, dan beberapa lagi yang lain untuk mohon doa restu,” ujar Gus Ipul.
Advertisement
Advertisement
Untuk memastikan keabsahan peserta Muktamar, PBNU telah membentuk tim panel khusus yang bertugas memverifikasi dokumen kepengurusan. Tim ini dipimpin oleh Muhammad Nuh, salah satu unsur Syuriah PBNU, dan beranggotakan sejumlah pengurus lainnya. Tugas utama tim adalah memeriksa seluruh berkas terkait surat keputusan kepengurusan.
“Tim ini bertugas memeriksa seluruh berkas yang terkait dengan surat keputusan kepengurusan, karena ini menyangkut siapa yang berhak menjadi peserta Muktamar,” jelas Gus Ipul. Ia juga menegaskan bahwa peserta Muktamar harus berasal dari kepengurusan yang sah. Dokumen kepengurusan wajib ditandatangani secara lengkap oleh Rais Aam, Ketua Umum, Katib Aam, dan Sekretaris Jenderal.
Sementara itu, terkait lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35, PBNU masih dalam tahap pembahasan intensif. Hingga kini, belum ada keputusan final mengenai lokasi tersebut. Terdapat beberapa alternatif lokasi yang tengah dipertimbangkan, baik di wilayah Jawa maupun di luar Jawa. Keputusan akhir akan diambil melalui mekanisme rapat organisasi yang akan datang.
Advertisement
“Untuk lokasinya sendiri masih belum ditentukan. Ada beberapa pilihan, tapi nanti akan diputuskan melalui proses rapat,” tutur Gus Ipul. Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia itu, mengajak seluruh pengurus di tingkat cabang maupun wilayah untuk memusatkan perhatian pada tahapan persiapan ini. Tujuannya agar pelaksanaan Muktamar dapat berjalan lancar dan sukses sesuai harapan.
Sumber: AntaraNews