Resmi, Lebanon-Israel Gencatan Senjata 10 Hari
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan keyakinannya bahwa gencatan senjata antara Iran dan Israel akan segera terwujud.
Lebanon dan Israel resmi gencatan senjata selama 10 hari, mulai Kamis (16/4). Di waktu bersamaan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan keyakinannya situasi serupa juga terwujud bagi Iran.
Trump menyampaikan bahwa kemungkinan akan ada pembicaraan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan ini. Ia juga menyoroti bahwa Teheran telah menawarkan komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir selama lebih dari dua dekade, yang menjadi isu utama dalam negosiasi di Islamabad pekan lalu.
“Kita akan lihat apa yang terjadi. Tapi saya pikir kita sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran,” ungkap Trump kepada para wartawan di Gedung Putih, seperti yang dikutip dari laman Japan Today pada hari Jumat, 17 April.
Konflik yang melibatkan Iran, yang dimulai pada 28 Februari akibat serangan gabungan dari AS dan Israel, telah menyebabkan ribuan korban jiwa serta memicu lonjakan harga minyak di pasar global.
Situasi ini menambah tekanan politik bagi pemerintahan Trump. Pemerintah Amerika Serikat percaya bahwa gencatan senjata di Lebanon dapat menjadi langkah awal menuju kesepakatan perdamaian yang lebih komprehensif, termasuk membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz serta menahan ambisi nuklir Iran.
Situasi Belum Stabil
Di lapangan, keadaan masih belum sepenuhnya stabil. Suara tembakan perayaan terdengar di beberapa daerah Beirut saat gencatan senjata mulai diterapkan. Namun, kantor berita nasional Lebanon melaporkan bahwa artileri Israel masih menyerang wilayah selatan Lebanon sekitar 30 menit setelah kesepakatan gencatan senjata berlaku, disertai dengan tembakan senapan mesin.
Militer Israel meminta agar warga di wilayah selatan Lebanon tidak bergerak ke selatan Sungai Litani sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Juru bicara militer Israel yang berbahasa Arab, Avichay Adraee, menyatakan bahwa pasukan tetap dalam keadaan siaga sebagai respons terhadap aktivitas militan Hizbullah yang dianggap masih berlangsung.
Sementara itu, kelompok Hezbollah mengungkapkan bahwa operasi militer terakhir mereka terjadi pada pukul 23.50 waktu setempat, yaitu 10 menit sebelum gencatan senjata diberlakukan. Trump juga menyebutkan telah melakukan komunikasi intensif dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Lebanon, Joseph Aoun. Ia berencana untuk mengundang keduanya ke Gedung Putih dalam satu hingga dua pekan mendatang guna membahas perdamaian jangka panjang.
Selain itu, Trump menugaskan Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine untuk bekerja sama dengan Israel dan Lebanon dalam upaya mencapai perdamaian yang permanen.
Pemerintah Iran menyambut baik gencatan senjata ini. Media Iran melaporkan bahwa kesepakatan tersebut merupakan hasil dari pemahaman yang dicapai dengan Amerika Serikat melalui mediasi Pakistan.