Sepakati Gencata Senjata, Netanyahu Klaim Menangkan 'Peperangan' Selama 12 Hari Lawan Iran
Netanyahu juga menklaim serangan demi serangan yang dilakukan Israel mampu melumpuhkan proyek nuklir Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan adanya kesepakatan antara Israel dan Iran untuk melakukan gencatan senjata pasca peperangan lebih kurang dua pekan tearkhir.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu langsung mendeklarasikan kemenangan mereka atas Iran pada hari Selasa (24/6) waktu setempat setelah menyetujui adanya gencatan senjata. Bahkan, dia menyebut serangan berbalas rudal yang sebagai kemenangan yang bersejarah bagi mereka. Dia juga menegaskan Iran sebagai musuh bebuyutan tak akan memperoleh senjata nuklir milik mereka.
Netanyahu menyampaikan hal itu dalam pidatonya setelah mendengar pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa negaranya bersedia untuk kembali berunding mengenai program nuklirnya. Meski bersedia membuka ruang diskusi, Pezeshkian bersikeras Iran akan terus menegaskan hak-haknya yang sah untuk penggunaan energi atom secara damai.
"Iran tidak akan memiliki senjata nuklir," kata Netanyahu memulai proses gencatan senjata setelah 12 hari serangan udara dan rudal yang mematikan antara dua negara.
Tak hanya itu, Netanyahu juga menklaim serangan demi serangan yang dilakukan Israel mampu melumpuhkan proyek nuklir Iran.
"Kami telah menggagalkan proyek nuklir Iran. Dan jika ada orang di Iran yang mencoba membangunnya kembali, kami akan bertindak dengan tekad yang sama, dengan intensitas yang sama, untuk menggagalkan upaya apa pun."
Seperti diketahui ketegangan antara Israel dan Iran menyeret keterlibatan Amerika Serikat dengan menyerang fasilitas nuklir bawah tanah Iran menggunakan bom "penghancur bunker" yang kuat yang tidak dimiliki Israel pada Minggu (22/6).
Tak tinggal diam, Iran membalas dengan serangan rudal dan menjadikan pangkalan AS di Qatar sebagai target. Meski mengklaim tak ada korban, Presiden Donald Trump menyerukan de-eskalasi, mengumumkan garis besar kesepakatan gencatan senjata beberapa jam kemudian.
Dalam panggilan telepon hari Selasa (24/6), Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberi tahu mitranya dari Emirat "untuk menjelaskan kepada mereka, dalam hubungan Anda dengan Amerika Serikat, bahwa Republik Islam Iran hanya berusaha untuk menegaskan hak-haknya yang sah".
"Iran tidak pernah berusaha untuk memperoleh senjata nuklir dan tidak mengupayakannya," kata Presiden Iran Masoud Pezeshkian seperti dikutip oleh kantor berita resmi IRNA.
Dia juga menyatakan Iran siap untuk menyelesaikan masalah, di meja perundingan.
Sebelumnya, pemerintah Israel mengatakan militernya telah menyingkirkan "ancaman eksistensial ganda" dari program rudal balistik dan nuklir Iran.
"Kami telah menghambat proyek nuklir Iran selama bertahun-tahun, dan hal yang sama berlaku untuk program rudalnya," kata kepala staf Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir dalam pernyataan selanjutnya.
Terpisah, badan keamanan tertinggi Iran mengatakan pasukannya berhasil memaksa Israel untuk mundur dari 'perang' yang terjadi selama nyaris dua pekan ini.
Garda Revolusi juga memuji serangan rudal yang mereka jatuhkan pada Israel sebagai "pelajaran bersejarah dan tak terlupakan bagi musuh Zionis".