Tiga jenazah yang gugur usai menjadi korban bombardir rudal Israel akan sampai di Indonesia pada hari ini. Ketiga prajurit itu yakni Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono mengatakan, rencananya jenazah akan tiba di Indonesia pada sore hari ini.
"Ya nanti (tiga jenazah prajurit) di Soeta jam 18.00 Wib," kata Donny saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (4/4).
Dalam undangan atau agenda yang diterima merdeka.com, tiga jenazah tersebut akan disemayamkan di VIP Room Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menyampaikan rasa berduka mendalam atas gugurnya dua orang Prajurit TNI serta dua orang Prajurit TNI korban luka. Mereka menjadi korban di daerah penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Senin, 30 Maret 2026 di Lebanon Selatan.
Insiden fatal tersebut terjadi lagi dalam 24 jam terakhir dari insiden sebelumnya, dimana Prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/ UNIFIL, Praka Farizal Rhomadhon juga gugur dalam menjalankan tugasnya.
"Berdasarkan laporan dari daerah Penugasan insiden tersebut terjadi pada saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah dalam keterangannya, Selasa (31/3).
Advertisement
Aulia menjelaskan, insiden itu terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, dimana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Advertisement
Kemudian, untuk dua orang lainnya yang mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto. Keduanya sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.
"TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL," ujarnya.