Lezatnya Soto Daging Sapi Bu Pujo, Kuliner Legendaris Sejak 1990-an yang Makin Digemari Berkat Sentuhan Digital
Soto Daging Sapi Bu Pujo mengalami peningkatan penjualan berkat adanya pembayaran dengan QRIS dan promosi dari media sosial.
Soto Daging Sapi Bu Pujo adalah kuliner legendaris yang ada di Pasar Beringharjo. Soto daging ini sudah ada sejak tahun 1990-an. Kini Soto Daging Sapi Bu Pujo diwariskan secara turun-temurun hingga dikelola oleh generasi ketiga.
Keunikan soto ini terletak pada resep turun-temurun dan penggunaan tungku tradisional yang mempertahankan cita rasa khasnya. Dulu harga seporsi soto daging hanya Rp250, kini sudah mencapai Rp16 ribu.
Selain terkenal di kalangan pencinta kuliner, warung ini juga kian populer berkat digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS, yang meningkatkan omzet penjualan.
Dengan semakin banyak wisatawan dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Kalimantan yang datang setelah melihat ulasan di media sosial, Soto Daging Sapi Bu Pujo membuktikan bahwa tradisi dan inovasi bisa berjalan beriringan.
Sejarah Panjang Soto Legendaris Bu Pujo di Pasar Beringharjo
Pada 1950-an, ayah Bu Pujo juga berjualan soto di Pasar Beringharjo. Resep soto itu kemudian diwariskan secara turun-temurun hingga dikelola oleh generasi ketiga.
Soto Daging Sapi Bu Pujo dulu sempat berjualan di gedung Pasar Beringharjo lama sebelum kebakaran. Pada 1990-an, akhirnya Soto Daging Sapi Bu Pujo pindah ke lantai dua sisi timur Pasar Beringharjo.
"Dulu ayah saya juga jualan soto di gedung Pasar Beringharjo lama, sekitar tahun 1953-1955," cerita Bu Pujo mengenang masa lalunya kepada merdeka.com ketika ditemui di Warung Soto Daging Sapi Bu Pujo pada Jumat (21/3/2025).
Sigit (44), anak terakhir Bu Pujo mengungkapkan bahwa soto ini tetap mempertahankan cita rasa asli yang diwariskan oleh leluhurnya.
Keistimewaan Soto Daging Sapi Bu Pujo tak hanya terletak pada usianya yang panjang, tetapi juga pada resepnya yang konsisten. Setiap mangkuk berisi nasi putih, potongan kol, taoge, bihun, daging sapi, taburan bawang goreng, serta irisan daun seledri yang disiram dengan kuah panas khasnya. Proses memasaknya pun masih menggunakan tungku tradisional, menambah aroma khas yang membuatnya semakin istimewa.
Setiap harinya, Soto Daging Sapi Bu Pujo bisa menghabiskan 5 hingga 8 kilogram daging sapi, yang dipilih dengan kualitas tertentu agar tetap empuk dan lezat.
“Kami memakai kategori daging tingkat 2 yang lemaknya hanya sedikit sekitar 5 persen,” ujar Sigit ketika ditemui di Warung Soto Daging Sapi Bu Pujo pada Jumat (21/3/2025).
Keunikan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan yang datang dari berbagai kota, bahkan banyak di antara mereka yang menjadi pelanggan tetap setiap kali berkunjung ke Yogyakarta.
Meningkatnya Popularitas Berkat Digitalisasi dan Media Sosial
Pada 2023, Soto Daging Sapi Bu Pujo sudah melayani pembayaran dengan QRIS. Transaksi mengalami peningkatan penjualan yang cukup signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh kemudahan pembayaran menggunakan QRIS serta promosi dari media sosial yang semakin masif.
“Penjualan kami meningkat terus karena memakai QRIS. Pemasukan bisa mencapai Rp1 juta per hari,” ungkap Sigit.
Sebelumnya, sistem pembayaran di warung ini masih konvensional, mengandalkan uang tunai yang sering kali menyulitkan dalam hal kembalian. Namun, dengan adopsi QRIS, transaksi menjadi lebih cepat dan praktis, baik bagi pelanggan maupun pedagang.
Selain itu, digitalisasi ini juga membantu mengurangi peredaran uang palsu serta mencatat transaksi secara lebih rapi. Setelah menggunakan QRIS, penjualan soto juga mengalami peningkatan sampai 20 persen.
Pelanggan setia Soto Daging Sapi Bu Pujo kini tidak hanya berasal dari Yogyakarta, tetapi juga dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya dan Kalimantan. Kebanyakan dari mereka mengetahui keberadaan warung ini dari unggahan di Instagram atau review dari food vlogger.
“Biasanya orang-orang mulai tahu setelah melihat dari media sosial, lalu mereka mencoba. Kalau ke Jogja lagi, pasti mampir,” tambah Sigit.
Daya Tarik Soto Daging Sapi Bu Pujo sebagai Lokasi Syuting Film
Tak hanya terkenal di kalangan pencinta kuliner, Soto Daging Sapi Bu Pujo juga kerap menjadi lokasi syuting film. Beberapa rumah produksi memilih warung ini sebagai latar untuk adegan kuliner karena keasliannya yang khas.
“Tempat ini sering disewa untuk syuting, jadi selain berjualan, kami juga mendapat pemasukan tambahan dari situ,” kata Sigit.
Keberuntungan membawa Soto Daging Sapi Bu Pujo mendapatkan lokasi strategis yang membuatnya semakin mudah diakses oleh pelanggan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sebuah warung kuliner tradisional bisa tetap eksis dan berkembang dengan mengikuti tren serta memanfaatkan berbagai peluang yang ada. Tak hanya dari segi rasa, suasana autentik yang dimiliki warung ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembuat film.
Kolaborasi dengan BRI di Beringharjo Great Sale
Keberhasilan digitalisasi di Soto Daging Sapi Bu Pujo juga tak lepas dari dukungan BRI melalui program Beringharjo Great Sale (BGS) yang berlangsung pada 25 Oktober 2024 hingga 31 Januari 2025 lalu.
Kepala BRI Unit Beringharjo, Utari Dewanti Marsudi, menjelaskan bahwa pihaknya aktif dalam mendorong digitalisasi pasar, termasuk memperkenalkan sistem pembayaran cashless kepada para pedagang.
“Kami masuk pasar dan mengenalkan pelan-pelan. Tidak mungkin pedagang meninggalkan dagangannya, jadi pihak BRI yang datang langsung untuk edukasi,” kata Utari ketika ditemui di Kantor BRI Unit Beringharjo pada Kamis (20/3/2025).
Upaya ini dilakukan agar para pedagang, terutama yang sudah berusia lanjut bisa beradaptasi dengan perubahan sistem transaksi yang lebih modern.
Salah satu strategi yang diterapkan dalam Beringharjo Great Sale adalah memberikan insentif bagi pembeli yang menggunakan QRIS. Mereka yang bertransaksi dengan sistem digital akan mendapatkan kupon undian dengan hadiah menarik.
Program ini berhasil meningkatkan transaksi digital di pasar, termasuk di warung Soto Daging Sapi Bu Pujo yang menjadi salah satu pemenang dengan jumlah transaksi QRIS tertinggi I untuk bagian Blok Beringharjo Timur.
Tidak hanya itu, program ini juga membantu banyak pedagang lain untuk mulai memahami pentingnya media sosial dalam memasarkan dagangannya.
Masa Depan Digitalisasi Pasar Tradisional
Pasar Beringharjo yang merupakan pusat perdagangan bersejarah di Yogyakarta, terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Digitalisasi yang dilakukan oleh Bank BRI menjadi salah satu langkah penting dalam memodernisasi transaksi di pasar ini.
Bank BRI telah lama hadir di Beringharjo, dan sebagai unit bank terdekat, mereka bertanggung jawab menggarap digitalisasi pasar.
“Karena unit BRI kami ada di dekat sini, mau tidak mau kami yang menggarap digitalisasinya,” kata Utari Dewanti Marsudi, Kepala BRI Unit Beringharjo.
Meskipun masih ada tantangan dalam mengajak semua pedagang beralih ke sistem digital, langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Bank BRI dan pihak pasar menunjukkan hasil yang positif. Digitalisasi semakin diterima dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, seperti yang dialami oleh Soto Daging Sapi Bu Pujo.
Dengan adanya QRIS, transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan tercatat dengan baik. Risiko uang palsu berkurang, dan pengelolaan keuangan menjadi lebih transparan.
Selain itu, adopsi media sosial semakin memperkuat daya saing bisnis tradisional di era modern.
Ke depannya, diharapkan semakin banyak pedagang di Pasar Beringharjo dan pasar-pasar lainnya yang mengadopsi sistem digital. Dengan kombinasi antara teknologi dan tradisi, bisnis kuliner legendaris seperti Soto Daging Sapi Bu Pujo bisa terus bertahan dan berkembang tanpa kehilangan identitasnya.