Pada umumnya, makanan soto terdiri dari isian daging ayam atau sapi. Namun salah satu warung soto di Kabupaten Klaten ini punya sesuatu yang berbeda dari soto-soto kebanyakan.
Sesuai namanya, warung Soto Bebek Bu Heri Danguran Wedi, Klaten, memilih daging bebek sebagai bahan utama sotonya. Warung ini berada sekitar 600 meter ke arah utara dari Tugu Wedi Klaten, tepatnya di pinggir Jalan Raya Wedi-Klaten.
Bu Heri sendiri merupakan salah satu keluarga dari pencetus soto bebek di Kabupaten Klaten yang berasal dari Gondang, Jogonalan.
Advertisement
“Soto ini sudah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman mbah buyut. Saya ini sudah generasi ketiga. Simbah Siswo yang ada di Gondang itu pusatnya. Dia mbah buyut saya. Kalau orang tua saya jualan di sini sejak tahun 1987.”
kata sang pemilik warung, Nurul, dikutip dari Jatengprov.go.id.
Dikutip dari kanal YouTube Nomnom Klaten, warung tersebut buka dari jam 5.30 pagi hingga 16.30 sore.
Advertisement
Satu porsi soto bebek terdiri dari taoge, kubis, suwiran daging bebek, sledri, serta taburan bawang goreng. Setelah itu tinggal dituang kuah sotonya.
Kuah soto bebek sendiri berasal dari kaldu bebek yang dibuat dengan campuran aneka rempah. Selain suwiran daging bebek, ternyata di porsi soto itu ada juga campuran ati.
Untuk satu porsi soto bebek, biasanya dibanderol dengan harga Rp8.500 dan Rp10.000 untuk soto pisah dengan potongan daging bebek yang lebih banyak.
“Silahkan mencicipi hidangan kami, dan kami tunggu kedatangannya di Soto Bebek Bu Heri Danguran, Wedi, Klaten,” kata Nurul dikutip dari Jatengprov.go.id
Advertisement