Pemkot Surabaya Gelar Promo Transportasi dan Parkir Rp733 Rayakan HJKS ke-733
Pemerintah Kota Surabaya memberlakukan promo spesial Tarif Transportasi dan Parkir Rp733 pada 31 Mei, mengajak masyarakat bertransaksi non tunai melalui QRIS sekaligus merayakan Hari Jadi Kota Surabaya ke-733.
Pemerintah Kota Surabaya menghadirkan inisiatif menarik bagi warganya dengan memberlakukan tarif khusus Rp733 untuk layanan transportasi umum dan parkir resmi. Promo istimewa ini diluncurkan pada tanggal 31 Mei, bertepatan dengan perayaan Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya (HJKS). Langkah ini bertujuan untuk memeriahkan hari jadi kota sekaligus mendorong modernisasi layanan publik di Kota Pahlawan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan bahwa masyarakat dapat menikmati tarif spesial ini saat menggunakan Suroboyo Bus dan Wirawiri Suroboyo. Selain itu, promo serupa juga berlaku di puluhan titik parkir resmi yang tersebar di berbagai kawasan strategis kota. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kualitas layanan.
Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian diskon, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan transportasi dan parkir yang lebih modern, praktis, serta terintegrasi dengan sistem pembayaran digital. Pemkot Surabaya secara aktif mengajak masyarakat untuk beralih ke transaksi non tunai, khususnya melalui QRIS, demi efisiensi dan transparansi.
Memudahkan Akses Transportasi Umum dan Parkir Modern
Promo tarif Rp733 ini secara spesifik berlaku untuk penggunaan Suroboyo Bus dan Wirawiri Suroboyo, dua moda transportasi umum andalan Kota Surabaya. Dengan biaya yang sangat terjangkau, diharapkan lebih banyak warga tergerak untuk memanfaatkan angkutan publik. Hal ini sejalan dengan visi kota cerdas yang mengedepankan mobilitas berkelanjutan.
Tidak hanya transportasi, promo ini juga mencakup puluhan titik parkir resmi yang dikelola oleh Pemkot Surabaya. Ini memberikan kemudahan bagi pengendara yang ingin memarkirkan kendaraannya di lokasi strategis dengan biaya minim. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan mendorong tertib parkir di kota.
Plt Kepala Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk menghadirkan layanan yang lebih modern dan terintegrasi. "Momentum Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 kami manfaatkan untuk mengajak masyarakat semakin terbiasa menggunakan transaksi non tunai melalui QRIS," ujarnya. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap inovasi layanan publik.
Penggunaan pembayaran digital melalui QRIS menjadi kunci utama dalam menikmati promo ini. Sistem pembayaran non tunai ini tidak hanya lebih praktis dan cepat, tetapi juga mendukung tata kelola layanan publik yang lebih transparan. Pemkot Surabaya berharap inisiatif ini dapat menjadi stimulus positif bagi adopsi teknologi pembayaran di tengah masyarakat.
Mendorong Transformasi Digital Melalui QRIS
Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 bukan sekadar perayaan, melainkan juga momentum penting untuk percepatan transformasi digital di tengah masyarakat. Pemkot Surabaya melihat kesempatan ini untuk mengedukasi warga tentang kemudahan transaksi digital. Ini merupakan langkah progresif dalam membangun ekosistem kota cerdas berbasis digital.
Melalui program bertajuk “Ayo Nggawae QRIS”, Pemkot Surabaya ingin menghadirkan stimulus sekaligus edukasi tentang kemudahan transaksi digital. Trio Wahyu Bowo menjelaskan, "Program ini bukan hanya bentuk apresiasi kepada masyarakat dalam momentum HJKS, tetapi juga bagian dari edukasi penggunaan pembayaran digital di sektor transportasi dan parkir." Ini menunjukkan pendekatan holistik pemerintah dalam mempromosikan pembayaran digital.
Promo tarif khusus Rp733 ini hanya berlaku pada tanggal 31 Mei 2026. Pembayaran harus dilakukan menggunakan QRIS di layanan yang telah ditentukan. Batasan waktu ini menciptakan urgensi dan mendorong masyarakat untuk segera mencoba pengalaman bertransaksi non tunai. Ini juga menjadi cara efektif untuk mengukur respons dan adopsi digital warga.
Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Pemkot Surabaya, Bank Indonesia, dan operator layanan publik. Kolaborasi ini memastikan bahwa infrastruktur pembayaran digital tersedia dan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Diharapkan, program ini dapat meningkatkan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan transportasi umum sekaligus mendukung ekosistem kota cerdas.
Sumber: AntaraNews