Mencicipi Sate Sapi Legendaris di Jombang, Bisnis Turun Temurun Sehari Untung Rp30 Juta

Pemilik warung punya alasan khusus memilih daging sapi

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Mencicipi Sate Sapi Legendaris di Jombang, Bisnis Turun Temurun Sehari Untung Rp30 Juta
Mencicipi Sate Sapi Legendaris di Jombang, Bisnis Turun Temurun Sehari Untung Rp30 Juta (Merdeka.com)

Salah satu kuliner legendaris di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang patut dicoba ialah sate dan gulai sapi Tugu Penceng. Saat ini, warung sate Tugu Penceng sudah memasuki generasi ketiga.

Pemilik warung sate Tugu Penceng menyatakan bahwa sejak awal, sang kakek yang merupakan perintis bisnis sengaja memilih daging sapi untuk bahan baku sate. 

Pasalnya, daging sapi cenderung tidak bau prengus seperti daging kambing. Selain itu, daging sapi memiliki lebih banyak peminat.

“Kambing kalau orang menderita darah tinggi kan tidak berani. Kalau daging sapi bisa untuk semua kalangan usia. Mulai anak-anak, remaja, dewasa, hingga usia tua senang,” terang Vernanda Setyowati, pemilik warung sate Tugu Penceng, dikutip dari YouTube Liputan6.

Warung ini buka mulai jam 06.00 WIB hingga jam 17.00 WIB. Setiap hari, warung ini tak pernah sepi pembeli.

Setiap hari, warung sate ini menghabiskan hingga 5.000 tusuk sate. Secara keseluruhan, sate dan gulai yang ludes terjual di warung ini setara dengan satu ekor sapi.
Para pembeli menyukai sate sapi di warung ini karena teksturnya empuk dan rempah-rempahnya nendang. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Berbeda dengan sate kambing yang umumnya menggunakan sambal kecap, sate sapi Tugu Penceng ini disajikan dengan sambal kacang.

Harga Terjangkau<br>
Dok. Istimewa

Menariknya, sate di warung ini dijual dengan harga terjangkau. Seporsi sate dan gulai sapi dibanderol seharga Rp27 ribu. 

Kini, pelanggan warung ini tidak hanya berasal dari Jombang, tetapi juga dari daerah-daerah lain di Jawa Timur, seperti Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, dan lain sebagainya.

Vernanda mengaku setiap hari ia bisa meraup untung bersih hingga Rp30 juta per hari. Sehari-hari, Vernanda dibantu 10 karyawan untuk melayani para pelanggan di warung warisan kakeknya tersebut.

Rekomendasi