Pemkab Lombok Tengah Dorong Transaksi Nontunai di Pasar Kuta Mandalika, Libatkan Bank NTB
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah aktif mendorong implementasi transaksi nontunai di Pasar Kuta Mandalika, menjadikan pasar ini percontohan pembayaran digital untuk wisatawan dan warga lokal.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), secara proaktif mendorong implementasi transaksi nontunai atau digital dalam aktivitas jual beli di pasar tradisional. Inisiatif ini difokuskan pada Pasar Kuta yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, menjadikannya sebagai model percontohan nasional.
Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi, sejalan dengan perkembangan ekonomi digital. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Setiawan, menyatakan bahwa Pasar Kuta Mandalika kini menjadi percontohan pembayaran secara nontunai menggunakan QRIS.
Kolaborasi erat dengan Bank NTB dilakukan untuk memastikan pembinaan yang komprehensif kepada para pedagang. Kemitraan ini diharapkan dapat mewujudkan sistem pembayaran digital yang terintegrasi, memberikan kemudahan bagi pedagang maupun pembeli di kawasan pariwisata strategis tersebut.
Peran Strategis Bank NTB dalam Digitalisasi Pasar
Penerapan pembayaran nontunai di Pasar Kuta Mandalika tidak terlepas dari peran vital Bank NTB sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Bank daerah ini bertanggung jawab dalam memberikan pembinaan dan edukasi kepada para pedagang mengenai penggunaan sistem pembayaran digital.
Kolaborasi ini memastikan bahwa para pelaku usaha di pasar tradisional memiliki pemahaman yang memadai tentang QRIS, sebuah standar kode pembayaran yang memudahkan transaksi. Dengan adanya dukungan teknis dan pelatihan dari Bank NTB, diharapkan adopsi pembayaran nontunai dapat berjalan lancar dan menyeluruh.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memodernisasi pasar tradisional dan mengintegrasikannya ke dalam ekosistem ekonomi digital. Digitalisasi transaksi juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap aktivitas jual beli.
Kehadiran Bank NTB sebagai fasilitator juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan UMKM melalui teknologi. Ini sejalan dengan visi untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih maju dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Keunggulan Transaksi Nontunai bagi Wisatawan dan Pedagang
Penerapan pembayaran nontunai di Pasar Kuta dinilai sangat efektif, terutama mengingat profil pengunjung pasar yang beragam. Sebagian besar pengunjung di pasar ini adalah wisatawan asing, mereka merupakan pengelola akomodasi penginapan dan restoran di Mandalika.
Kehadiran wisatawan mancanegara membuat sistem pembayaran digital menjadi sangat relevan dan efisien. Transaksi nontunai memudahkan wisatawan yang mungkin tidak membawa mata uang lokal dalam jumlah besar, serta mempercepat proses pembayaran.
Selain wisatawan asing, warga lokal juga merasakan manfaat dari kemudahan ini, termasuk keamanan dari risiko kehilangan uang tunai. Bagi pedagang, sistem QRIS menawarkan kemudahan dalam pencatatan transaksi dan mengurangi risiko uang palsu atau kembalian yang tidak tepat.
Lalu Setiawan juga menyebutkan bahwa jumlah pedagang di Pasar Kuta mencapai ratusan, menunjukkan potensi besar untuk adopsi pembayaran digital secara massal. Dengan demikian, pasar ini tidak hanya menjadi pusat ekonomi lokal tetapi juga gerbang bagi wisatawan untuk merasakan pengalaman berbelanja yang modern.
Penataan dan Kebersihan untuk Kenyamanan Pengunjung
Selain fokus pada digitalisasi transaksi, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga telah melakukan penataan menyeluruh di Pasar Kuta. Penataan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pasar yang lebih aman dan nyaman bagi pengunjung maupun pedagang.
Upaya penataan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengaturan lapak pedagang hingga pengelolaan kebersihan. Tujuannya adalah agar pengunjung merasa betah berbelanja dan pedagang dapat berjualan dengan tertib.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga mengimbau para pedagang untuk senantiasa menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Kebersihan pasar adalah faktor kunci yang mempengaruhi citra dan daya tarik pasar, terutama bagi wisatawan.
Selain itu, pedagang diharapkan menempati lapak yang telah disiapkan dan tidak berjualan di pinggir jalan. Penertiban ini penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar area pasar, sekaligus menciptakan suasana yang lebih teratur dan estetis.
Sumber: AntaraNews