Bank Mandiri dan Perumda Pasar Kota Makassar Percepat Digitalisasi Pasar Tradisional Makassar
Bank Mandiri berkolaborasi dengan Perumda Pasar Kota Makassar mempercepat Digitalisasi Pasar Tradisional Makassar, menjadikan Pasar Pabaeng-Baeng sebagai percontohan untuk transaksi non-tunai dan peningkatan literasi keuangan.
PT Bank Mandiri Region X Sulawesi dan Maluku berkolaborasi dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Makassar untuk mempercepat modernisasi pasar tradisional. Kolaborasi ini berfokus pada transformasi digital di sektor perdagangan, demi menciptakan ekosistem pasar yang lebih modern dan efisien.
Kunjungan Regional CEO Bank Mandiri Region X Sulawesi dan Maluku, Nunung Andreas Wisnu, ke Perumda Pasar Kota Makassar pada Jumat (27/3) menjadi titik awal pembahasan kerja sama ini. Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah konkret dalam mendorong digitalisasi, khususnya di Pasar Pabaeng-Baeng, Makassar, Sulawesi Selatan.
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan para pedagang serta mendorong adopsi sistem transaksi non-tunai. Dengan demikian, diharapkan pasar tradisional dapat beradaptasi dengan perubahan perilaku masyarakat yang semakin beralih dari penggunaan uang tunai.
Mendorong Transaksi Non-Tunai dengan QRIS Mandiri
Bank Mandiri menargetkan seluruh pedagang di Pasar Pabaeng-Baeng dapat beralih ke sistem transaksi non-tunai atau 'cashless'. Sistem ini dinilai lebih praktis dan memudahkan akses pedagang terhadap berbagai layanan perbankan, termasuk potensi permodalan di masa mendatang.
Pasar Pabaeng-Baeng dipilih sebagai lokasi percontohan dalam program digitalisasi pasar ini, menunjukkan komitmen Bank Mandiri dalam mewujudkan ekosistem pasar yang modern. Penggunaan QRIS Mandiri diharapkan dapat membuat transaksi jual beli di pasar menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien bagi pedagang maupun pembeli.
Perubahan perilaku masyarakat yang semakin jarang menggunakan uang tunai menjadi peluang besar bagi pasar tradisional untuk beradaptasi. Dengan adanya sistem digital, masyarakat tidak perlu repot membawa uang tunai, sehingga meningkatkan kenyamanan dan potensi transaksi di pasar.
Dukungan Permodalan untuk UMKM Pedagang Pasar
Selain mendorong digitalisasi transaksi, Bank Mandiri juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pasar. Dukungan ini diwujudkan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menawarkan pembiayaan hingga Rp500 juta.
Program KUR ini mencakup pinjaman hingga Rp100 juta tanpa jaminan, memberikan kemudahan akses permodalan bagi pedagang pasar yang membutuhkan. Bank Mandiri siap mendukung penuh pertumbuhan pedagang pasar melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau.
Nunung Andreas Wisnu menjelaskan bahwa Bank Mandiri berencana mengunjungi 18 pasar utama di Makassar. Pasar Pabaeng-Baeng menjadi simbol awal dari program digitalisasi menyeluruh ini, menandai langkah strategis untuk menjangkau lebih banyak pedagang.
Apresiasi dan Harapan untuk Transformasi Pasar
Direktur Utama Perumda Pasar Kota Makassar, Ali Gauli Arief, menyambut baik inisiatif dan langkah Bank Mandiri ini. Ia mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan pasar tradisional di Kota Makassar.
Ali Gauli Arief berharap kerja sama antara Bank Mandiri dan Perumda Pasar Kota Makassar dapat terus berlanjut. Diharapkan kolaborasi ini mampu memberikan manfaat signifikan bagi seluruh pedagang di pasar-pasar Makassar, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pembinaan yang berkesinambungan dari pihak perbankan sangat diharapkan agar para pedagang semakin siap menghadapi era digital. Kesiapan ini krusial untuk meningkatkan daya saing usaha mereka di tengah persaingan pasar modern.
Dengan langkah-langkah kolaboratif ini, Pasar Pabaeng-Baeng diharapkan menjadi model transformasi bagi pasar tradisional lainnya. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem digital yang lebih modern, inklusif, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.
Sumber: AntaraNews