90% Pedagang Pasar Dasan Agung Sudah Pakai QRIS, Dinas Perdagangan Mataram Perluas QRIS Pasar Tradisional
Dinas Perdagangan Kota Mataram gencar memperluas penggunaan QRIS di pasar tradisional, setelah sukses di Pasar Dasan Agung. Targetnya, 19 pasar akan terdigitalisasi. Bagaimana dampaknya bagi pedagang dan pembeli?
Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera memperluas jangkauan penggunaan aplikasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di berbagai pasar tradisional. Langkah ini diambil untuk memfasilitasi transaksi jual beli secara non-tunai, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendukung digitalisasi ekonomi.
Setelah berhasil diterapkan di Pasar Dasan Agung dengan tingkat adopsi yang tinggi, perluasan ini akan menyasar Pasar Pagesangan sebagai lokasi berikutnya. Tim dari Dinas Perdagangan saat ini sedang melakukan pendataan intensif guna mempersiapkan implementasi QRIS di pasar tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah, menyatakan bahwa target ambisius adalah mengimplementasikan program serupa di total 19 pasar tradisional di Kota Mataram. Tujuannya adalah menjadikan transaksi lebih praktis, efisien, dan aman bagi seluruh pihak yang terlibat.
Target Ambisius Digitalisasi Pasar Mataram
Dinas Perdagangan Kota Mataram memiliki visi besar untuk mendigitalisasi sektor pasar tradisional di wilayahnya. Setelah sukses besar di Pasar Dasan Agung, fokus kini beralih ke Pasar Pagesangan, di mana persiapan pendataan tengah berlangsung.
Menurut H. Irwan Harimansyah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, pihaknya menargetkan total 19 pasar tradisional akan mengadopsi sistem pembayaran QRIS. Program ini diharapkan dapat mendorong ekosistem ekonomi yang lebih modern dan terintegrasi secara digital.
Dalam implementasinya, Dinas Perdagangan bekerja sama erat dengan Bank NTB Syariah. Kemitraan ini mencakup proses pembukaan rekening bagi pedagang serta pembuatan barcode QRIS, memastikan transisi yang mulus menuju sistem pembayaran non-tunai.
Kemudahan Transaksi dan Keamanan Finansial
Penggunaan QRIS di pasar tradisional membawa berbagai keuntungan signifikan bagi pedagang maupun pembeli. Bagi pedagang, sistem ini menghilangkan kebutuhan untuk menghitung uang kembalian atau khawatir akan kekurangan uang tunai.
Selain efisiensi, QRIS juga berperan penting dalam meningkatkan keamanan finansial. Sistem pembayaran non-tunai ini secara efektif dapat menghindari risiko peredaran uang palsu di lingkungan pasar, yang seringkali menjadi kekhawatiran.
Dewi, salah satu warga yang berbelanja di Pasar Dasan Agung, mengungkapkan kepuasannya. "Melalui aplikasi QRIS, ke pasar cukup bawa handphone saja. Kita tidak susah-susah lagi bawa uang tunai," ujarnya, menyoroti kemudahan yang dirasakan pembeli.
Irwan Harimansyah menegaskan bahwa hasil evaluasi penggunaan QRIS di Pasar Dasan Agung menunjukkan performa yang sangat baik. Hal ini menjadi dasar kuat bagi Dinas Perdagangan untuk memassifkan pembayaran menggunakan QRIS secara bertahap di pasar-pasar lainnya.
Adopsi Tinggi dan Evaluasi Positif di Pasar Dasan Agung
Keberhasilan implementasi QRIS di Pasar Dasan Agung menjadi contoh nyata potensi digitalisasi pasar. Sekitar 90 persen dari 350 pedagang di pasar tersebut telah aktif menggunakan QRIS, menunjukkan tingkat adopsi yang sangat tinggi.
Pedagang yang belum menggunakan QRIS sebagian besar adalah pedagang tidak tetap atau pedagang kecil, yang mungkin memerlukan pendekatan dan edukasi lebih lanjut. Rata-rata pedagang di Pasar Dasan Agung sudah menggunakan QRIS sejak dicanangkan pada 31 Agustus 2025.
Evaluasi menyeluruh selama penggunaan QRIS di Pasar Dasan Agung menunjukkan hasil yang positif. Sistem ini terbukti memudahkan transaksi bagi masyarakat dan memberikan keuntungan operasional bagi pedagang.
Dinas Perdagangan optimis bahwa keberhasilan ini dapat direplikasi di pasar-pasar lain, mempercepat terwujudnya ekosistem pasar tradisional yang modern dan terdigitalisasi di Kota Mataram.
Sumber: AntaraNews