Disdag Mataram Tata Los Pasar Tradisional Dasan Agung, Tingkatkan Kenyamanan dan Transaksi Digital
Dinas Perdagangan Kota Mataram melakukan penataan los di Pasar Tradisional Dasan Agung untuk kenyamanan pedagang dan pembeli, sekaligus memassifkan penggunaan QRIS.
Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, tengah gencar melakukan penataan los di Pasar Tradisional Dasan Agung. Langkah ini diambil untuk menciptakan lingkungan pasar yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang melakukan transaksi jual beli. Penataan ini diharapkan dapat mengatasi kondisi pasar yang sebelumnya dinilai semrawut dan kurang representatif.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H Irwan Harimansyah, menjelaskan bahwa fokus penataan berada di bagian depan pintu timur pasar. Area tersebut sebelumnya terlihat kurang tertata, sehingga mengganggu estetika dan kenyamanan. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas fasilitas publik.
Proyek penataan ini ditargetkan rampung pada minggu kedua bulan Desember 2025, dengan alokasi anggaran sebesar Rp30 juta dari APBD Kota Mataram. Anggaran tersebut dialokasikan untuk berbagai perbaikan infrastruktur yang krusial. Perbaikan ini diharapkan membawa dampak positif bagi aktivitas ekonomi di Pasar Dasan Agung.
Penataan Infrastruktur Pasar untuk Kenyamanan Pengunjung
Penataan los di Pasar Dasan Agung mencakup beberapa jenis pekerjaan penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan. Anggaran sebesar Rp30 juta dari APBD Kota Mataram digunakan untuk meninggikan lantai los, menyambung atap, serta perbaikan paving blok di sekitar area pasar. Perbaikan ini sangat dibutuhkan mengingat kondisi sebelumnya.
Menurut Irwan Harimansyah, "Kondisi bagian depan di pintu timur terlihat semrawut, karena los yang belum tertata." Selain itu, paving blok di depan pasar juga sudah rusak di beberapa titik, menyebabkan genangan dan becek saat musim hujan. Kondisi ini tentu sangat mengganggu aktivitas pedagang maupun pembeli.
Dengan perbaikan ini, diharapkan Pasar Dasan Agung dapat menjadi lebih rapi, bersih, nyaman, dan aman. Penataan ini bukan hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga upaya untuk menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan. Lingkungan pasar yang baik akan menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan volume transaksi.
Inovasi Transaksi Digital dengan QRIS di Pasar Tradisional
Selain penataan fisik, Pasar Dasan Agung juga menjadi salah satu dari 19 pasar tradisional percontohan di Kota Mataram yang menerapkan aplikasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Inisiatif ini bertujuan untuk memudahkan transaksi jual beli secara non-tunai, sejalan dengan program digitalisasi ekonomi nasional. Penerapan QRIS ini merupakan langkah maju dalam modernisasi pasar tradisional.
Dinas Perdagangan bekerja sama dengan Bank NTB Syariah dalam implementasi QRIS, khususnya untuk pembukaan rekening dan pembuatan barcode QRIS bagi para pedagang. Di Pasar Dasan Agung, tingkat adopsi QRIS sudah sangat tinggi, mencapai sekitar 90 persen dari total sekitar 350 pedagang. Sisanya merupakan pedagang tidak tetap atau pedagang kecil yang masih dalam proses adaptasi.
Irwan Harimansyah menyatakan, "Rata-rata pedagang di Pasar Dasan Agung sudah menggunakan QRIS sejak dicanangkan pada 31 Agustus 2025." Evaluasi menunjukkan penggunaan QRIS sangat efektif karena memudahkan transaksi masyarakat, mengurangi kebutuhan uang kembalian, dan menghindari peredaran uang palsu. "Karena itulah, pembayaran dengan menggunakan QRIS di pasar tradisional akan kami masifkan secara bertahap," pungkasnya, menunjukkan komitmen untuk memperluas penggunaan teknologi ini.
Sumber: AntaraNews