Disdag Mataram Gelar Pasar Keliling, Jamin Stabilisasi Harga Mataram Jelang Ramadhan
Dinas Perdagangan Kota Mataram menginisiasi Kolaborasi Pasar Keliling (Kopling) untuk menjamin ketersediaan stok dan Stabilisasi Harga Mataram jelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, tawarkan harga lebih murah dan diskon QRIS.
Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengambil langkah proaktif menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Mereka menggelar program Kolaborasi Pasar Keliling (Kopling) yang bertujuan untuk menjaga ketersediaan stok dan menstabilkan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat. Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga Mataram dalam menyambut momen penting tersebut.
Kegiatan Kopling ini akan berlangsung selama dua minggu ke depan, menyasar enam kecamatan di seluruh Kota Mataram. Fokus utama program ini adalah menjangkau kelurahan padat penduduk yang sulit diakses oleh pasar rakyat atau pasar murah lainnya. Ini memastikan distribusi kebutuhan pokok dapat merata hingga ke pelosok kota.
Pada hari pertama pelaksanaannya, Kamis (15/1/2026), Kopling hadir di Kantor Lurah Kebon Sari, Kecamatan Ampenan. Program ini melibatkan sinergi antara Disdag Kota Mataram dengan Bank Indonesia dan Bulog. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam mendukung daya beli masyarakat.
Kolaborasi Strategis untuk Ketersediaan Pangan di Mataram
Program Kopling yang diinisiasi Disdag Mataram merupakan hasil kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Bank Indonesia turut serta dengan menghadirkan petani-petani binaannya. Para petani ini menjual produk segar seperti telur, cabai, bawang, tomat, dan sayuran dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar umum. Ini membantu memotong rantai distribusi dan memberikan keuntungan langsung kepada konsumen.
Selain itu, Perum Bulog juga berperan aktif dalam kegiatan ini. Bulog menyediakan komoditas penting seperti beras, gula, dan minyak goreng. Produk-produk ini dijual dengan selisih harga Rp1.000 hingga Rp5.000 di bawah harga pasar. Kehadiran Bulog memastikan pasokan bahan pokok strategis tetap terjaga dan harganya stabil.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Disdag Kota Mataram, Sri Wahyunida, menjelaskan prioritas lokasi Kopling. "Untuk Kopling, kami prioritaskan ke kelurahan yang padat penduduk dan tidak bisa dijangkau untuk kegiatan pasar rakyat atau pasar murah," ujarnya. Pendekatan ini memastikan bantuan stabilisasi harga Mataram sampai ke tangan masyarakat yang paling membutuhkan.
Harga Terjangkau dan Potongan Harga Menarik di Pasar Keliling
Kegiatan Kopling menawarkan beragam kebutuhan pokok dengan harga yang sangat kompetitif. Misalnya, beras SPHP dijual seharga Rp11.600 per kilogram, sementara beras premium dibanderol Rp14.800 per kilogram. Gula pasir tersedia dengan harga Rp17.500 per kilogram, dan minyak goreng merek befood seharga Rp20.000 per liter. Harga-harga ini secara signifikan lebih rendah dari pasaran, mendukung upaya stabilisasi harga Mataram.
Tidak hanya itu, harga komoditas segar juga sangat menarik. Cabai rawit dijual Rp36.000 per kilogram, lebih murah dari harga pasar yang mencapai Rp40.000. Cabai merah besar ditawarkan Rp24.000 per kilogram, bawang merah Rp32.000 per kilogram (bandingkan dengan Rp35.000 di pasar), dan bawang putih juga Rp32.000 per kilogram. Ini memberikan keuntungan besar bagi konsumen yang ingin berbelanja hemat.
Program ini semakin menarik dengan adanya promo tambahan bagi pengguna aplikasi QRIS. Warga yang berbelanja menggunakan QRIS berkesempatan mendapatkan voucher potongan harga sebesar Rp10.000 hingga Rp20.000. Sebagai contoh, harga telur di Kopling adalah Rp51.000 per try (isi 30 butir), namun dengan voucher QRIS, warga hanya perlu membayar Rp31.000 per try. Potongan harga ini berlaku untuk pembelian gula, beras, minyak, cabai, dan kebutuhan pokok lainnya.
Dampak Positif Pasar Keliling Jelang Ramadhan
Penyelenggaraan Kopling diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Kota Mataram. Kegiatan ini tidak hanya menjamin ketersediaan stok bahan pokok, tetapi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas harga menjelang bulan suci Ramadhan. Dengan harga yang lebih murah dan promo menarik, daya beli masyarakat dapat terjaga di tengah potensi kenaikan harga musiman.
Inisiatif Disdag Mataram ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi dan memastikan kesejahteraan warga. Dengan mendekatkan pasar murah ke permukiman padat penduduk, akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok yang terjangkau menjadi lebih mudah. Ini juga mengurangi antrean panjang dan kerumunan di pasar tradisional.
Sri Wahyunida berharap, "Dengan adanya kegiatan Kopling, dapat memberikan jaminan stok kepada masyarakat menyambut bulan Ramadhan sekaligus menstabilkan harga." Pernyataan ini menegaskan tujuan utama program, yaitu menciptakan rasa aman bagi masyarakat terkait ketersediaan dan harga pangan selama Ramadhan. Upaya stabilisasi harga Mataram ini menjadi krusial untuk kenyamanan ibadah puasa.
Sumber: AntaraNews