Pemprov Bengkulu Gelar Pasar Murah dan Layanan BI di Safari Ramadhan 2026
Pemerintah Provinsi Bengkulu siapkan Pasar Murah Safari Ramadhan Bengkulu 2026, berkolaborasi dengan Bank Indonesia, untuk menjaga stabilitas harga dan memudahkan transaksi non-tunai bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Bengkulu akan menyelenggarakan program pasar murah sebagai bagian integral dari rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah.
Kegiatan ini bertujuan utama membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau selama bulan suci. Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menekankan pentingnya inisiatif ini untuk memberikan dampak nyata bagi warga.
Program pasar murah tersebut akan hadir di setiap lokasi kegiatan Safari Ramadhan yang telah direncanakan oleh pemerintah daerah. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran dan mendukung daya beli masyarakat. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci sukses pelaksanaan agenda ini.
Selain pasar murah, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan penukaran uang pecahan yang disediakan oleh Bank Indonesia (BI) di lokasi yang sama. Layanan ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan uang tunai menjelang Hari Raya Idul Fitri, sekaligus memperkenalkan inovasi transaksi keuangan digital.
Kolaborasi Lintas Sektor Jaga Stabilitas Harga
Pelaksanaan pasar murah pada Safari Ramadhan melibatkan sinergi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinas Perindag), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), perbankan, serta dukungan dari berbagai pihak lainnya. Herwan Antoni menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan bahan pokok. Ketersediaan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjadi prioritas utama.
Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi dan memastikan masyarakat dapat merayakan Ramadhan dengan tenang. Dengan adanya pasar murah, diharapkan gejolak harga di pasaran dapat diminimalisir. Upaya ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Melalui program ini, UMKM di Bengkulu juga diharapkan dapat lebih hidup dan ekonomi daerah bergerak positif. Pemerintah ingin Ramadhan tahun ini membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Ini termasuk pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Inovasi Layanan Penukaran Uang dari Bank Indonesia
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu turut berpartisipasi dengan menyediakan layanan penukaran uang pecahan bagi masyarakat. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menjelaskan bahwa BI juga memperkenalkan inovasi layanan penukaran uang. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemudahan dan efisiensi.
Salah satu inovasi penting adalah mekanisme penukaran berbasis non-tunai. Masyarakat nantinya dapat menukar uang tanpa perlu membawa uang tunai fisik. Cukup menggunakan QRIS, dana akan langsung terpotong dari tabungan mereka. Ini merupakan langkah maju dalam mendorong transaksi keuangan digital.
Untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, BI akan menggelar kegiatan kas keliling bekerja sama dengan perbankan di Provinsi Bengkulu. Kegiatan kas keliling ini akan dirangkaikan dengan pasar murah dan berbagai aktivitas Ramadhan lainnya. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk menukar uang sekaligus memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Dukungan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi
Bank Indonesia secara aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung upaya pengendalian inflasi di Bengkulu. Ini dilakukan melalui operasi pasar dan gerakan pangan murah yang terintegrasi dengan program Safari Ramadhan. Keterlibatan BI menunjukkan komitmen dalam menjaga stabilitas ekonomi regional.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengendalian harga, tetapi juga melibatkan dukungan bagi UMKM. Tujuannya adalah agar aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadhan dapat berjalan lebih optimal. Dengan demikian, diharapkan ada peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM.
Seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menciptakan suasana Ramadhan yang kondusif. Masyarakat dapat beribadah dengan tenang sambil tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok yang terjangkau. Ini juga mendorong adaptasi terhadap sistem pembayaran digital yang lebih modern.
Sumber: AntaraNews