Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Bengkulu Utara Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadhan
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menggelar Gerakan Pangan Murah jelang Ramadhan 1447 H untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara secara aktif menggelar Gerakan Pangan Murah pada Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang akan datang.
Asisten I Setdakab Bengkulu Utara, Bari Oktari, menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari intervensi pasar. Hal ini bertujuan agar pasokan barang tetap terjaga dan harga tetap terkendali di tengah tingginya permintaan. Gerakan ini juga berupaya meningkatkan daya beli masyarakat serta mengendalikan laju inflasi daerah.
Fenomena kenaikan harga kebutuhan pokok sering terjadi setiap tahun menjelang Ramadhan. Oleh karena itu, pemerintah daerah merasa perlu hadir melalui intervensi untuk memastikan pasokan tetap tersedia. Dengan demikian, harga dapat terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat Bengkulu Utara.
Strategi Pemkab Bengkulu Utara Jaga Stabilitas Harga
Gerakan Pangan Murah yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara bukan sekadar transaksi jual beli biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan upaya konkret dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal. Intervensi pasar ini diharapkan mampu meredam gejolak harga yang kerap muncul menjelang hari besar keagamaan.
Bari Oktari menegaskan pentingnya intervensi ini mengingat tingginya permintaan pasar saat Ramadhan. Tanpa langkah proaktif, harga kebutuhan pokok berpotensi melonjak drastis. Kehadiran pemerintah melalui Gerakan Pangan Murah Bengkulu Utara menjadi jaminan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses pangan terjangkau.
Selain menjaga harga, kegiatan ini juga dirancang untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan harga yang lebih murah dari pasaran, warga dapat mengalokasikan anggaran mereka secara lebih efisien. Ini secara langsung berkontribusi pada upaya pengendalian inflasi di wilayah Bengkulu Utara.
Berbagai Langkah Pengendalian Inflasi Daerah
Pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan Gerakan Pangan Murah Bengkulu Utara. Sejumlah langkah komprehensif telah dijalankan untuk pengendalian inflasi. Salah satunya adalah operasi pasar murah yang dilakukan secara rutin di berbagai titik.
Selain itu, inspeksi mendadak ke pasar bersama jajaran Forkopimda juga kerap dilakukan. Tujuannya adalah untuk mencegah praktik penimbunan barang oleh distributor yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga. Pemerintah juga mendorong gerakan menanam melalui pendistribusian bibit sayuran kepada masyarakat.
Kerja sama antar daerah turut dibangun untuk menjamin pasokan komoditas pangan tetap lancar. Pemerintah juga memanfaatkan belanja tidak terduga dalam APBD untuk penanganan situasi darurat. Subsidi biaya transportasi logistik diberikan, khususnya bagi wilayah terluar seperti Kecamatan Enggano, demi kelancaran distribusi bahan pokok.
Imbauan Pemkab Bengkulu Utara untuk Masyarakat dan Distributor
Dalam menghadapi Ramadhan, Pemkab Bengkulu Utara mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. Stok bahan pokok dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa. Panic buying hanya akan memperkeruh situasi pasar dan memicu kenaikan harga yang tidak perlu.
"Jadi, Ibu-ibu jangan panik, jangan khawatir menjelang Ramadhan ini pemerintah daerah memastikan pasokan tetap terjaga dan tersedia," ujar Bari Oktari.
Kepada para distributor, Pemkab Bengkulu Utara menegaskan larangan melakukan penimbunan barang. Praktik ini sangat merugikan masyarakat dan dapat dikenakan sanksi tegas. Kolaborasi semua pihak sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan pangan.
Sumber: AntaraNews