Disdag Mataram Optimalkan Pengawasan Stok Harga Jelang Ramadhan 1447 H
Dinas Perdagangan Kota Mataram gencar melakukan pengawasan stok harga kebutuhan pokok untuk menyambut Ramadhan 1447 H, guna menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.
Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, secara proaktif mengoptimalkan pengawasan stok dan harga kebutuhan pokok. Langkah ini diambil sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang akan tiba sekitar satu setengah bulan lagi. Upaya ini bertujuan utama untuk menjaga stabilitas pasokan serta harga, sekaligus melindungi daya beli masyarakat dari potensi fluktuasi ekstrem yang sering terjadi.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Disdag Kota Mataram, Sri Wahyunida, menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan masyarakat dipastikan terjadi selama bulan Ramadhan. Oleh karena itu, Disdag Kota Mataram meningkatkan intensitas pemantauan di sejumlah pasar tradisional. Pengawasan ini krusial untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga dengan baik.
Dari total 19 pasar tradisional yang ada di Kota Mataram, Disdag secara rutin memfokuskan pemantauan pada tiga pasar utama. Pasar-pasar tersebut, yakni Pasar Kebon Roek, Pagesangan, dan Pasar Mandalika, dijadikan acuan harga untuk seluruh wilayah. Pemantauan berkala ini diharapkan mampu memberikan gambaran akurat mengenai kondisi pasar dan memungkinkan intervensi cepat jika diperlukan.
Strategi Disdag Mataram Jaga Stabilitas Harga Pangan
Disdag Kota Mataram terus memperkuat strategi pengawasan harga di pasar-pasar tradisional sebagai langkah antisipasi jelang Ramadhan. Hasil pantauan menunjukkan bahwa harga kebutuhan pokok secara umum masih stabil. Namun, beberapa komoditas hortikultura terpantau mengalami fluktuasi harga yang perlu diwaspadai.
Fluktuasi ini menjadi perhatian khusus mengingat tingginya permintaan komoditas hortikultura selama bulan puasa. Tim Disdag terus memonitor pergerakan harga harian untuk mengidentifikasi pola dan potensi lonjakan harga. Langkah proaktif ini diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif terhadap konsumen di Kota Mataram.
Sebagai contoh, cabai rawit merah sempat menunjukkan pergerakan harga yang dinamis. Pada awal pekan, harganya Rp45.000 per kilogram, kemudian turun menjadi Rp40.000, sebelum kembali naik menjadi Rp43.000 per kilogram. Pola serupa juga terlihat pada komoditas lain seperti cabai merah besar dan cabai keriting.
Fluktuasi Harga Komoditas Hortikultura Jelang Ramadhan
Beberapa komoditas hortikultura memang menunjukkan pergerakan harga yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir. Cabai merah besar, misalnya, naik dari Rp20.000 menjadi Rp22.000 per kilogram. Sementara itu, cabai keriting berfluktuasi dari Rp30.000, sempat naik ke Rp35.000, dan kini kembali ke Rp30.000 per kilogram.
Selain cabai, harga bawang merah juga tercatat mengalami dinamika. Pada Senin (5/1/2026), harga bawang merah berada di angka Rp35.000 per kilogram, lalu naik menjadi Rp37.000 pada Selasa, dan kembali turun ke Rp35.000 per kilogram pada Rabu hingga saat ini. Meskipun terjadi fluktuasi pada beberapa jenis hortikultura, komoditas hortikultura lainnya secara relatif masih stabil.
Kabar baiknya, harga beras medium tetap stabil di angka Rp13.000 per kilogram, dan beras jenis premium juga terpantau stabil pada Rp14.900 per kilogram. Untuk memastikan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium, pemantauan harga tidak hanya dilakukan di pasar tradisional tetapi juga di retail modern. Satgas Pangan turut terlibat aktif dalam pengawasan ini untuk menjamin pedagang dan retail menerapkan satu harga yang sesuai HET.
Upaya Disdag Mataram Pastikan Ketersediaan Stok dan Harga Terjangkau
Guna menjamin ketersediaan stok menjelang Ramadhan, Disdag Kota Mataram telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak. Koordinasi ini melibatkan distributor, Bank Indonesia, Bulog, serta Dinas Pertanian. Kolaborasi lintas sektoral ini penting untuk memastikan rantai pasok tetap lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang, Disdag akan menggelar kegiatan Kolaborasi Pasang Keliling (Kopling) pada pekan depan. Kegiatan ini akan dilaksanakan di sejumlah titik strategis di Kota Mataram. Kopling bertujuan memberikan kepastian kepada masyarakat terkait ketersediaan stok dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok.
Berbagai kebutuhan pokok akan dijual dalam kegiatan Kopling, termasuk cabai, tomat, bawang, telur, beras, dan MinyaKita. MinyaKita menjadi primadona masyarakat meskipun ada merek minyak lain yang tersedia. Harga yang ditetapkan di Kopling adalah harga distributor, sehingga masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.
Kegiatan Kopling ini merupakan langkah awal persiapan untuk kegiatan pasar rakyat atau pasar murah yang lebih besar. Pasar rakyat ini akan digelar secara bertahap di enam kecamatan se-Kota Mataram dalam rangka menyambut Ramadhan. Melalui serangkaian kegiatan ini, Disdag Mataram berharap dapat memberikan jaminan terhadap stok kebutuhan pokok di Mataram, sehingga masyarakat tidak perlu panik.
Sumber: AntaraNews