Intip Rahasia Pasar Sawah Makassar, Jadi Rujukan Disdag Balikpapan untuk Modernisasi Pasar Rakyat Berbasis Digital
Dinas Perdagangan Balikpapan menjadikan Pasar Sawah Makassar sebagai model studi tiru untuk program modernisasi pasar rakyat, khususnya dalam digitalisasi dan pengelolaan limbah. Apa saja inovasinya?
Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan baru-baru ini melakukan kunjungan studi tiru ke Pasar Sawah di Makassar. Kunjungan ini bertujuan untuk mengadopsi inovasi dalam modernisasi pasar rakyat. Mereka mencari pembelajaran tentang pengelolaan pasar tradisional yang efektif.
Pasar Sawah, yang berlokasi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, telah menjadi sorotan utama. Pasar ini dikenal dengan pengelolaan berbasis teknologi digital dan praktik ramah lingkungan. Disdag Balikpapan melihat potensi besar untuk diterapkan di daerah mereka.
Sekretaris Disdag Kota Balikpapan, H Seferuddin, menyatakan tujuan utama kunjungan ini. Mereka ingin mempelajari digitalisasi pasar, zonasi pedagang, dan manajemen limbah yang efisien. Ini menjadi langkah strategis untuk pengembangan pasar di Balikpapan.
Inovasi Pengelolaan Limbah dan Kedisiplinan Pedagang
Studi tiru ini mengungkap banyak aspek positif dari Pasar Sawah yang bisa diadopsi. Salah satu inovasi menarik adalah sistem pengelolaan limbah cair. Pasar ini dilengkapi dengan Saluran Pengolahan Air Limbah (SPAL) khusus.
Meskipun memanfaatkan ruang terbatas, sistem SPAL ini berfungsi dengan baik. Bahkan, area di atasnya dapat dimanfaatkan sebagai akses jalan menuju pasar. Ini menunjukkan efisiensi dalam penggunaan lahan.
Seferuddin mengapresiasi sistem ini, membandingkannya dengan SPAL kota di Balikpapan. “Sistem seperti ini, dengan ruang yang efisien, sangat menginspirasi kami,” ujarnya. Ini menjadi model untuk pengembangan pengelolaan limbah pasar yang lebih baik.
Selain itu, kedisiplinan pedagang di Pasar Sawah juga menjadi sorotan positif. Pedagang tertib berjualan tanpa menambah meja atau kios di luar batas. Hal ini menciptakan lingkungan pasar yang teratur dan nyaman.
Dorongan Digitalisasi untuk Efisiensi Pasar
Kunjungan ini juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan pasar modern. Digitalisasi menjadi fokus utama untuk meningkatkan pelayanan dan efisiensi operasional. Ini adalah kunci untuk pasar yang lebih maju.
Seferuddin menjelaskan bahwa di Balikpapan, sistem pembayaran digital sudah mulai diterapkan. Meskipun masih dalam tahap peralihan, inisiatif ini menunjukkan komitmen. Saat ini, pembayaran tunai masih diizinkan.
“Digitalisasi di pasar sudah mulai berjalan di Balikpapan,” kata Seferuddin. Ia menambahkan bahwa ke depan, pihaknya akan mendorong penerapan sistem pembayaran digital secara penuh. Ini menandai transisi menuju pasar yang lebih modern.
Penerapan digitalisasi ini diharapkan dapat mempercepat transaksi. Selain itu, ini juga dapat meningkatkan transparansi dan keamanan. Pasar Sawah telah membuktikan bahwa digitalisasi adalah langkah penting.
Pasar Sawah Sebagai Teladan Nasional
Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar, Rusli Patara, menyambut baik kunjungan Disdag Balikpapan. Ia mengungkapkan rasa bangga atas pengakuan terhadap Pasar Sawah. Pasar ini dianggap layak menjadi referensi bagi kota lain.
“Keberhasilan kami dalam pengelolaan Pasar Sawah yang berbasis teknologi dan ramah lingkungan membuat kami bangga,” kata Rusli Patara. Ia menegaskan bahwa pasar ini bisa menjadi contoh. Ini termasuk bagi daerah lain seperti Balikpapan.
Pengakuan ini menunjukkan bahwa inovasi yang diterapkan di Pasar Sawah berhasil. Pasar ini tidak hanya modern dalam fasilitas, tetapi juga dalam manajemen. Hal ini menjadikannya model bagi modernisasi pasar rakyat di Indonesia.
Sumber: AntaraNews