Perumda Pasar Makassar Perkuat Rantai Pasok Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Perumda Pasar Makassar mengambil langkah strategis memperkuat rantai pasok pangan untuk menjamin keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Makassar, demi gizi masyarakat.
Perumda Pasar Makassar menegaskan komitmennya untuk memperkuat rantai pasok, siap menjadi mediator dalam memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan. Langkah ini diambil guna menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintah. Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, menekankan pentingnya keberlanjutan program pemerintah melalui penguatan sistem distribusi pangan yang terukur dan pasti.
Ali Gauli Arief menyatakan bahwa Perumda Pasar Makassar dapat memastikan distribusi bahan pangan lebih terarah jika data kebutuhan tersedia dengan baik. Pernyataan ini disampaikannya pada rapat koordinasi yang melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, jajaran pemerintah kota, Perumda Pasar Makassar, serta mitra Badan Gizi Nasional di Makassar, pada Selasa. Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak akan menunggu masalah muncul baru bertindak.
Penguatan ekosistem pangan ini, menurut Ali Gauli, bukan bertujuan untuk memotong rantai distribusi yang sudah ada. Sebaliknya, inisiatif ini dirancang untuk memberikan kepastian bagi seluruh pelaku, mulai dari petani sebagai produsen hingga konsumen akhir. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pangan yang stabil dan saling menguntungkan bagi semua pihak.
Menjamin Ketersediaan dan Stabilitas Pasokan Pangan
Ali Gauli Arief menekankan bahwa aspek terpenting dari upaya ini adalah memberikan kepastian pasokan kepada masyarakat. Ia menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan bahan pangan agar tidak terjadi kelangkaan saat kebutuhan sedang tinggi, terutama untuk Program Makan Bergizi Gratis. “Yang paling penting adalah memberikan kepastian. Jangan sampai saat kebutuhan tinggi, pasokan tidak terjaga. Ini yang ingin kita atur bersama agar ekosistem berjalan baik,” ujarnya.
Perumda Pasar Makassar juga menyoroti dinamika harga komoditas yang seringkali berfluktuasi signifikan menjelang momen-momen penting seperti Ramadan dan Idulfitri. Komoditas seperti ayam, telur, dan susu kerap mengalami kenaikan harga akibat tingginya permintaan, termasuk dari kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis. Fluktuasi ini menjadi tantangan yang harus diatasi untuk menjaga daya beli masyarakat dan keberlanjutan program.
Sebagai solusi konkret untuk mengatasi tantangan tersebut, Perumda Pasar Makassar memperkenalkan konsep inovatif bernama Baruga Pasar. Konsep ini dirancang untuk secara aktif menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok dan memastikan bahwa proses distribusi pangan tetap terkendali. Inisiatif ini diharapkan mampu meminimalisir gejolak harga dan menjamin pasokan yang merata.
Konsep Baruga Pasar dan Peran Pasar Induk
Konsep Baruga Pasar yang digagas oleh Perumda Pasar Makassar berfungsi sebagai pusat koordinasi dan distribusi yang efektif. Melalui Baruga Pasar, diharapkan seluruh proses pengadaan dan penyaluran bahan pangan dapat terpantau dengan baik, sehingga mampu merespons cepat terhadap perubahan permintaan dan pasokan di lapangan. Ini adalah upaya strategis untuk menciptakan sistem pangan yang lebih responsif.
Keberadaan 18 pasar induk di wilayah Makassar menjadi tulang punggung utama dalam menjaga ketersediaan stok bahan pangan. Pasar-pasar induk ini berperan vital sebagai sentra pengumpulan dan distribusi, memastikan bahwa pasokan komoditas dapat disalurkan ke berbagai wilayah. Dengan jaringan pasar induk yang kuat, stabilitas pasokan dapat lebih terjamin.
Selain itu, Perumda Pasar Makassar berharap setiap Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) di tiap wilayah dapat secara proaktif mengunjungi pasar-pasar induk terdekat di kecamatan masing-masing. Langkah ini bertujuan untuk memudahkan pendistribusian bahan pangan secara langsung dari sumbernya ke titik-titik penyaluran Program Makan Bergizi Gratis. Sinergi ini akan memangkas jalur distribusi dan meningkatkan efisiensi.
Dampak Positif Program Makan Bergizi Gratis di Makassar
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Gizi Nasional, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Makassar telah menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Program ini berhasil menjangkau 241.237 penerima manfaat dengan produksi harian yang konsisten. Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas dan jangkauan program dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Program MBG di Makassar beroperasi selama 20 hari setiap bulan, menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam penyediaan gizi. Hingga saat ini, program tersebut telah berhasil mencakup 15 kecamatan di Kota Makassar. Cakupan yang luas ini memastikan bahwa manfaat program dapat dirasakan oleh banyak warga di berbagai wilayah kota.
Melalui sinergi antara Perumda Pasar Makassar, pemerintah kota, Dinas Ketahanan Pangan, dan Badan Gizi Nasional, diharapkan kualitas gizi masyarakat dapat terus meningkat. Sinergi ini juga memiliki potensi besar untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah dan secara signifikan memperkuat ketahanan pangan di Kota Makassar secara menyeluruh.
Sumber: AntaraNews