Fakta Unik Pasar Pa'baeng-Baeng: Harga Beras Bulog Makassar Stabil, Penyaluran SPHP Capai 900 Ton!
Kepala Bulog Makassar memastikan harga beras Bulog Makassar di pasar tradisional tetap stabil, termasuk SPHP. Penyaluran mencapai 900 ton, membuat masyarakat penasaran.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Makassar, Karmila Hasmin Marunta, menegaskan bahwa harga beras di pasar tradisional Makassar tetap stabil. Pernyataan ini muncul setelah Bulog melakukan monitoring intensif di salah satu pasar utama kota. Kestabilan harga ini mencakup berbagai jenis beras, mulai dari beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga beras premium.
Monitoring tersebut dilakukan di Pasar Pa'baeng-Baeng, Makassar, pada Jumat, 27 September. Pasar Pa'baeng-Baeng dipilih sebagai lokasi monitoring karena perannya vital sebagai salah satu pasar pencatatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Data dari pasar ini menjadi indikator penting untuk mengukur dinamika harga beras di seluruh Kota Makassar. Pemantauan rutin ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan harga yang wajar bagi konsumen.
"Alhamdulillah di Pasar Pabaeng-Baeng, ada empat kios yang merupakan pengecer dan semua sudah bermitra dengan Bulog, kita mendapatkan harga masih stabil di tingkat beras medium dan untuk SPHP sendiri, mereka menjual di harga Rp60.000 per 5 kg," ungkap Karmila. Pernyataan ini menegaskan keberhasilan Bulog dalam menjaga stabilitas harga di tingkat pengecer, sehingga masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Strategi Bulog Menjaga Stabilitas Harga Beras
Perum Bulog Kantor Cabang Makassar menerapkan berbagai strategi efektif untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Salah satu langkah krusial adalah menjalin kemitraan erat dengan para pengecer di pasar tradisional. Kemitraan ini memastikan bahwa distribusi beras SPHP dapat berjalan lancar dan terkontrol hingga ke tangan konsumen.
Kepala Bulog Makassar, Karmila Hasmin Marunta, menjelaskan bahwa pembelian beras SPHP dari gudang Bulog oleh pengecer sangat lancar. Pengecer dapat melakukan pembelian setiap dua minggu sekali, bahkan lebih cepat jika penjualan meningkat. Sistem pre-order (PO) mingguan juga tersedia untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak, sehingga pasokan tetap terjaga.
Bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Bulog juga secara rutin menyelenggarakan gerakan pasar murah yang titiknya berpindah-pindah setiap hari. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau. Pembelian beras SPHP dalam kegiatan ini dibatasi maksimal dua sak atau 10 kilogram per orang.
"Khusus di Kota Makassar, kita setiap hari melakukan penjualan di empat titik yang berbeda setiap harinya," ujar Karmila. Pembatasan ini bertujuan agar semua lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk membeli beras SPHP. Langkah ini juga efektif untuk mencegah potensi penimbunan beras oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang dapat memicu kenaikan harga.
Penyaluran Beras SPHP dan Transparansi Penjualan
Bulog Makassar memiliki target penyaluran beras SPHP bulanan yang signifikan untuk lima wilayah di Sulawesi Selatan. Target ini mencapai 1.200 ton per bulan, mencakup Kabupaten Takalar, Gowa, Maros, Pangkep, dan Kota Makassar. Penyaluran ini merupakan bagian penting dari upaya menjaga ketersediaan pangan di seluruh wilayah tersebut.
Pada bulan September ini, penyaluran beras SPHP telah mencapai angka 900 ton. Angka ini menunjukkan komitmen Bulog dalam memenuhi kebutuhan beras masyarakat di daerah tersebut. Distribusi yang merata menjadi prioritas utama agar tidak terjadi kelangkaan di tingkat konsumen, terutama menjelang akhir tahun.
Sudarmin, salah satu pemilik kios pengecer beras SPHP, mengungkapkan bahwa penjualan harian cukup tinggi. Sebanyak 20 hingga 40 sak beras SPHP dengan volume 5 kg per sak laku terjual setiap harinya. Angka ini bisa lebih tinggi jika tidak ada pembatasan pembelian per orang, yang diterapkan untuk pemerataan.
Untuk memastikan transparansi penjualan, Sudarmin menjelaskan bahwa mereka menggunakan aplikasi khusus. Setiap transaksi penjualan dicatat dan diunggah ke aplikasi tersebut, sehingga semua data tercatat dengan jelas. Hal ini juga membantu Bulog dalam memantau distribusi dan harga di tingkat pengecer secara real-time.
Sudarmin juga menambahkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam volume penjualan antara awal dan akhir tahun. Hal ini disebabkan pelanggan telah mengetahui harga paten yang ditetapkan pemerintah melalui Bulog. Konsistensi harga ini memberikan kepastian bagi konsumen dan pengecer, menciptakan lingkungan pasar yang lebih stabil.
Sumber: AntaraNews