Istimewanya Ayam Kampung Bagi Orang Sunda, Jadi Hidangan Lezat sampai Penolak Bala
Saking istimewanya ayam kampung, hewan ini sampai dianggap sakral oleh masyarakat Sunda.
Saking istimewanya ayam kampung, hewan ini sampai dianggap sakral oleh masyarakat Sunda.
Istimewanya Ayam Kampung Bagi Orang Sunda, Jadi Hidangan Lezat sampai Penolak Bala
Ayam kampung merupakan hewan yang spesial bagi orang Sunda. Selain dijadikan peliharaan, ayam kampung juga biasa dijadikan menu masakan, salah satunya bakakak hayam.
Bakakak hayam merupakan olahan daging ayam kampung yang dibakar, dan menggunakan banyak rempah. Cita rasanya dominan gurih dan manis, yang berasal dari tambahan kecap.
Menu ayam kampung ini selalu hadir di berbagai acara kebudayaan seperti ruwatan, pengajian sampai pernikahan dan khitanan. Selain lezat, konon katanya bakakak hayam jadi menu sakral penolak bala.
Merupakan Ayam Bakar Utuh
Mengutip laman Budaya Indonesia, bakakak hayam merupakan menu olahan ayam kampung yang dibakar.
Asal usul nama bakakak berasal dari satu ekor ayam utuh, yang seluruhnya dibakar tanpa dipotong.
Namun tidak semua jenis ayam kampung bisa digunakan untuk sajian bakakak. Hanya ayam kampung jantan lah yang bisa digunakan dan dipercaya mengandung keberkahan saat diolah.
Dijadikan Sebagai Lambang Keberkahan
Dalam informasi di laman Kementerian Pendidikan, bakakak hayam jadi salah satu unsur yang selalu hadir dalam kegiatan ritual di Jawa Barat.
Biasanya menu ini disajikan dengan nasi tumpeng dan beberapa lauk pauk lainnya, sebagai sesembahan untuk ruwatan.
Tak hanya itu, terkadang bakakak hayam juga dijadikan sebagai penambah unsur sesajen, bersama kopi pahit, rokok dan kembang 7 rupa.
Bakakak Hayam sebagai Tolak Bala
Sejak turun temurun, bakakak hayam selalu dianggap istimewa dan sakral oleh masyarakat Sunda.
Tak sekedar penambah unsur dan variasi dalam tradisi ritual, rupanya bakakak hayam memiliki simbol sebagai tolak bala.
Bagi acara atau ritual yang menggunakan bakakak hayam, disebut akan berjalan dengan lancar dan doa permohonan menolak bencana akan terkabul atas seizin Tuhan.
Jadi Simbol Pernikahan Sunda
Bakakak hayam juga jadi simbol utama dari pernikahan adat Sunda. Biasanya menu ini hadir di salah satu prosesinya bernama patarik tarik hayam.
Di sini bakakak disajikan layaknya ayam bakar pada umumnya secara utuh, lalu ditarik oleh kedua belah pihak sampai masing-masing mendapatkan bagiannya.
Konon, barang siapa yang mendapatkan bagian ayam paling besar, dia akan menjadi sumber rezeki yang paling besar di rumah tangga kelak. Tradisi ini terus dipercaya oleh masyarakat Sunda dan jadi prosesi yang sakral serta wajib dilakukan.
Jadi Hiburan Anak setelah Dikhitan
Selain sakral dalam pernikahan, bakakak hayam juga jadi sajian yang biasa tersaji dalam rangkaian acara khitan anak.
Di sini, fungsi bakakak hayam adalah sebagai penghiburan anak-anak setelah menangis karena disunat.
Tersajinya bakakak secara utuh dengan nasi kuning akan membuat anak-anak senang. Selain itu, jika dikonsumsi, bakakak juga akan menambah energi dari anak-anak yang sebelumnya dikhitan.