Budayawan Ajak Masyarakat Sunda Lestarikan Alam Lewat Kearifan Lokal: Solusi Krisis Lingkungan Global
Para budayawan dan sastrawan menyerukan pentingnya menjaga alam di Jawa Barat melalui nilai-nilai Kearifan Lokal Sunda sebagai solusi efektif menghadapi krisis lingkungan global.
Ciamis – Para budayawan dan sastrawan terkemuka menyerukan pentingnya pelestarian lingkungan hidup di Jawa Barat melalui penguatan nilai-nilai kebudayaan. Ajakan ini bertujuan untuk memastikan keberlangsungan alam semesta serta memberikan kebaikan bagi generasi mendatang.
Seruan tersebut disampaikan dalam Temu Wicara bertajuk "Menggali Kembali Kearifan Lokal Sunda Sebagai Solusi Krisis Lingkungan Global". Acara ini merupakan bagian dari Pameran Foto Sakakala yang diselenggarakan oleh LKBN ANTARA bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Kegiatan penting ini berlangsung di Pendopo Situs Budaya Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, pada Kamis, 25 Desember. Tokoh seperti Budayawan Budi Dalton, Sastrawan Bode Riswandi, dan Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis Yat Rospita Brata hadir untuk berbagi pandangan mereka.
Memperkuat Tradisi dan Mitos untuk Lingkungan
Budayawan Budi Dalton menekankan bahwa nilai-nilai kebudayaan yang mengakar di masyarakat Sunda harus terus dijaga dan diselenggarakan secara rutin. Melalui kegiatan kebudayaan ini, lingkungan sekitar dapat terselamatkan dari berbagai ancaman kerusakan.
Menurut Budi Dalton, diperlukan kekuatan kolektif untuk menjaga pesan-pesan luhur dari para leluhur Sunda. Penyelenggaraan tradisi secara berkala, baik tahunan maupun pada momen tertentu, menjadi bentuk rasa syukur dan upaya pelestarian.
Selain itu, menjaga mitos yang diyakini masyarakat juga krusial dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup. Mitos-mitos ini perlu diceritakan secara turun-temurun agar setiap generasi memahami pentingnya menjaga alam. "Buatkanlah lagi hal-hal yang naratif, yang sifatnya ada ikatan kultural dengan masyarakat," ujarnya.
Sastrawan Bode Riswandi menambahkan, naskah-naskah kuno dan cerita rakyat selalu mengisahkan tentang alam yang harus dijaga dan memberikan manfaat bagi manusia. Ia menyoroti bahwa hanya mereka yang serakah, seperti oligarki dan kapitalis, yang cenderung merusak alam.
Bode Riswandi juga menjelaskan, banyak tulisan atau pernyataan yang melarang manusia masuk ke hutan tanpa izin ketua adat. Pelanggaran terhadap larangan ini diyakini akan membawa konsekuensi buruk bagi manusia itu sendiri.
Larangan masuk hutan ini, menurutnya, merupakan kebijaksanaan luar biasa dari leluhur untuk menjaga alam dan keselamatan makhluk hidup. "Ketika masuk hutan larangan setapak saja, maka nafsu akan menguasai," tegasnya. Mitos-mitos ini diciptakan untuk menciptakan keseimbangan hidup dengan alam.
Ancaman Kerusakan Alam dan Peran Masyarakat
Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis, Yat Rospita Brata, secara khusus mengajak masyarakat Ciamis untuk menjaga kondisi gunung. Ia mengingatkan agar tidak menanami gunung secara sembarangan yang berpotensi menimbulkan bencana alam.
Yat Rospita Brata membandingkan kondisi hutan di Ciamis yang masih relatif baik dengan daerah lain, seperti Kabupaten Garut. Di Garut, banyak lahan gunung telah ditanami sayuran dan pohon kopi, yang dinilai dapat berdampak buruk pada alam. "Ditata dan dijaga gunung itu harus, kalau gunung sudah ditanami sayuran akan parah, sama kopi juga parah," katanya.
Perwakilan penyelenggara kegiatan sekaligus Kepala Biro LKBN ANTARA Jawa Barat, Riza Fahriza, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat. Melalui nilai-nilai kebudayaan dan kesenian, kesadaran menjaga alam diharapkan meningkat.
Riza Fahriza menegaskan bahwa persoalan lingkungan harus menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Kerusakan lingkungan dapat membawa dampak buruk, seperti yang terjadi di Sumatera, yang mungkin disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak baik.
Ia berharap, dari acara ini akan menyebarkan "virus" positif bahwa masyarakat Sunda telah diajarkan oleh leluhur untuk menjaga lingkungan. Hal ini demi masa depan generasi muda dan keberlanjutan alam yang dapat dinikmati bersama.
Sumber: AntaraNews