Pemerintah Kabupaten Karawang akan menyelenggarakan Festival Ngadulag dan Takbir Keliling untuk menyemarakkan malam takbiran Idul Fitri tahun ini. Acara ini bertujuan mengembalikan kekhidmatan tradisi menabuh bedug (ngadulag) yang menjadi ciri khas perayaan Lebaran. Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyatakan kegiatan ini dibagi menjadi beberapa zona untuk menjangkau seluruh wilayah.
Inisiatif ini merupakan upaya Pemkab Karawang dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat syiar agama di tengah masyarakat. Dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat, festival ini diharapkan dapat menarik partisipasi generasi muda. Lokasi kegiatan tersebar di tiga zona strategis, memastikan kemeriahan dapat dirasakan secara merata.
Festival Ngadulag dan Takbir Keliling ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Bupati Aep Syaepuloh menekankan pentingnya menjaga kekhidmatan malam kemenangan dengan hanya menampilkan musik takbiran. Hal ini untuk memastikan esensi perayaan Idul Fitri tetap terjaga.
Advertisement
Advertisement
Festival Ngadulag Karawang diselenggarakan dengan tujuan utama mengembalikan marwah malam Idul Fitri melalui tradisi menabuh bedug. Ngadulag sendiri merupakan tradisi masyarakat Sunda yang melibatkan penabuhan bedug secara ritmis dan kompak. Tradisi ini biasanya dilakukan untuk meramaikan malam takbiran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan perpaduan harmonis antara syiar agama, seni budaya, dan ajang kebersamaan warga. Melalui Festival Ngadulag dan Takbir Keliling, pemerintah daerah berupaya memperkuat nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. Hal ini penting untuk menjaga identitas budaya di tengah modernisasi.
Pemerintah daerah juga menggandeng masyarakat sebagai mitra dalam pelaksanaan acara ini. Keterlibatan aktif warga diharapkan dapat membuat Festival Ngadulag Karawang lebih menjangkau generasi muda. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan tradisi berharga ini terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Advertisement
Advertisement
Untuk memastikan kemeriahan Festival Ngadulag dan Takbir Keliling dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah, Pemkab Karawang membagi kegiatan ini menjadi tiga zona. Pembagian zona ini mencakup berbagai kecamatan di Kabupaten Karawang, memungkinkan lebih banyak warga untuk berpartisipasi dan menyaksikan.
Setiap zona memiliki lokasi kegiatan utama yang telah ditentukan, memudahkan koordinasi dan partisipasi peserta. Berikut adalah rincian pembagian zona dan kecamatan yang terlibat:
- Zona 1: Pesertanya berasal dari Kecamatan Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Karawang Barat, Karawang Timur, Tegalwaru, Pangkalan, Klari, Purwasari, Majalaya, dan Ciampel. Lokasi kegiatan utama berada di depan Kantor Bupati Karawang.
- Zona 2: Meliputi peserta dari Kecamatan Cilamaya Wetan, Telagasari, Lemahabang, Tempuran, Cilamaya Kulon, Cikampek, Jatisari, Tirtamulya, Banyusari, dan Kotabaru. Kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Cikampek.
- Zona 3: Pesertanya berasal dari Kecamatan Rengasdengklok, Kutawaluya, Rawamerta, Jayakerta, Cilebar, Batujaya, Tirtajaya, Pedes, Cibuaya, dan Pakisjaya. Lokasi kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Jayakerta.
Advertisement
Pembagian ini menunjukkan komitmen Pemkab Karawang untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam perayaan malam takbiran. Setiap zona dirancang untuk menampung partisipasi dari kecamatan-kecamatan sekitarnya, menciptakan semangat kebersamaan yang kuat.
Advertisement
Bupati Aep Syaepuloh menyampaikan terdapat sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi oleh para peserta Festival Ngadulag dan Takbir Keliling. Ketentuan ini dibuat untuk menjaga kekhidmatan dan kesakralan malam Idul Fitri. Fokus utama adalah pada jenis musik yang diperbolehkan selama acara berlangsung.
“Mobil yang memutar musik dangdut atau musik di luar takbiran tidak diperbolehkan masuk ke jalur (on the track),” kata Bupati Aep Syaepuloh. Ia menambahkan bahwa tujuan dari aturan ini adalah untuk mengembalikan kekhidmatan malam kemenangan Idul Fitri. Hal ini menunjukkan prioritas pada aspek spiritual dan budaya dari perayaan tersebut.
Dengan adanya aturan ini, diharapkan suasana malam takbiran akan lebih fokus pada syiar agama dan tradisi Ngadulag yang otentik. Peserta diimbau untuk mempersiapkan diri sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Kepatuhan terhadap ketentuan ini sangat penting demi kelancaran dan kesuksesan seluruh rangkaian acara Festival Ngadulag Karawang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews