WHO Sebut Lebih Dari 900 Warga Gaza Tewas Menunggu Bantuan
Berdasarkan estimasi dari WHO, diperlukan dana sebesar USD 7 miliar (sekitar Rp117 triliun) untuk memperbaiki keadaan di Gaza.
Lebih dari 900 warga Palestina di Jalur Gaza telah kehilangan nyawa mereka saat menunggu bantuan medis, ungkap Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus.
"Lebih dari 16.500 orang, termasuk hampir 4.000 anak, masih menunggu evakuasi (medis). Sementara itu, 900 lebih orang meninggal selagi menunggu evakuasi," jelasnya dalam konferensi pers pada Rabu.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada negara-negara yang telah menerima dan merawat pasien dari Gaza, serta mendesak mereka untuk meningkatkan upaya tersebut, seperti yang dilaporkan oleh Antara News pada Sabtu (14/11).
Hanya sebagian kecil dari fasilitas kesehatan di Gaza yang masih dapat beroperasi. WHO memperkirakan bahwa diperlukan dana sebesar USD 7 miliar (sekitar Rp117 triliun) untuk memulihkan fasilitas-fasilitas tersebut.
Pada akhir Oktober lalu, WHO mencatat lebih dari 68.000 kematian di Jalur Gaza sejak konflik Palestina-Israel meningkat pada bulan yang sama. Ribuan warga Palestina lainnya diperkirakan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan.
Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, telah diberlakukan di wilayah tersebut sejak 10 Oktober.
Dalam kesepakatan tersebut, Hamas diharuskan untuk membebaskan 20 warga Israel yang masih disandera sejak 7 Oktober 2023.
Di sisi lain, Israel juga diharuskan untuk membebaskan sekitar 2.000 tahanan Palestina, termasuk mereka yang sedang menjalani hukuman seumur hidup.
Meskipun demikian, Israel masih melanjutkan serangan ke Jalur Gaza dengan alasan membalas pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh Hamas. Situasi ini terus berlanjut dan menambah derita bagi rakyat Palestina yang sudah menderita akibat konflik yang berkepanjangan.