WHO Ungkap Ribuan Warga Gaza Masih Kelaparan di Tengah Gencatan Senjata

Selain masalah kelaparan, WHO juga menekankan isu kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat di Gaza.

Tim Global
Oleh Tim Global - Reporter
WHO Ungkap Ribuan Warga Gaza Masih Kelaparan di Tengah Gencatan Senjata
Sedikitnya, 650.000 anak menghadapi kelaparan akut dan 22.000 pasien yang membutuhkan perawatan terjebak di Gaza akibat kekurangan pasokan obat-obatan, bahan bakar, dan makanan. Tampak dalam (© 2025 Liputan6.com)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Kamis, 23 Oktober 2025, mengingatkan bahwa situasi kelaparan dan penderitaan di Gaza masih sangat serius meskipun gencatan senjata telah diterapkan.

Mereka juga menyatakan bahwa tingkat bantuan yang diberikan belum menunjukkan perbaikan yang signifikan, dan evakuasi medis masih sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang ada.

"Gencatan senjata yang diumumkan dua minggu lalu masih rapuh dan telah dilanggar, tetapi tetap berlaku, yang merupakan kabar baik bagi semua orang," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers di Jenewa.

"Namun, krisis ini masih jauh dari selesai, dan kebutuhannya sangat besar," tambahnya.

Meskipun terdapat peningkatan bantuan, ia menjelaskan bahwa jumlah tersebut masih hanya sebagian kecil dari kebutuhan yang sebenarnya, sebagaimana dilaporkan oleh Antara News, Jumat (24/10).

Ia menambahkan bahwa proses pemulihan dari kelaparan memerlukan waktu yang lebih lama. Di sisi lain, banyak truk yang kini memasuki Gaza adalah truk komersial yang tidak memberikan manfaat, karena masyarakat setempat tidak mampu membeli barang-barang yang ada.

Mengenai evakuasi medis, kepala WHO itu memperingatkan bahwa evakuasi medis seminggu sekali tidaklah cukup, dan jumlah rute yang tersedia untuk operasi tersebut juga sangat terbatas.

Ia mendesak Israel untuk mengizinkan pasien untuk pergi ke Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, agar mereka dapat segera mendapatkan perawatan yang diperlukan.

"Bagi sebagian orang, penundaan berarti kematian," ujarnya mengingatkan bahwa 700 orang telah meninggal saat menunggu.

Tedros juga menekankan bahwa ada 15.000 pasien, termasuk 4.000 anak-anak, yang memerlukan perawatan di luar Gaza, dan ia mendesak negara-negara lain untuk menerima lebih banyak pasien.

Ia meminta agar semua penyeberangan dibuka, termasuk Rafah, yang seharusnya dibuka minggu lalu, dan menambahkan bahwa "sejumlah besar bantuan telah terkumpul di Al-Arish, Mesir yang siap memasuki Gaza segera setelah penyeberangan dibuka."

WHO: Warga Gaza Masih Dilanda Kelaparan Meski Gencatan Senjata Berlaku
Sedikitnya, 650.000 anak menghadapi kelaparan akut dan 22.000 pasien yang membutuhkan perawatan terjebak di Gaza akibat kekurangan pasokan obat-obatan, bahan bakar, dan makanan. Tampak dalam © 2025 Liputan6.com

Menurut Tedros, WHO memerlukan dana sebesar USD 45 juta (sekitar Rp748,1 miliar) untuk melaksanakan rencana gencatan senjata selama 60 hari.

Dana ini akan digunakan untuk mempertahankan layanan yang menyelamatkan nyawa, memperkuat pengawasan penyakit, dan mengoordinasikan dengan mitra.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa untuk membangun kembali sistem kesehatan di Gaza, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, yaitu sekitar USD 7 miliar (sekitar Rp116,38 triliun).

Lebih dari 170.000 orang telah mengalami luka, termasuk 5.000 orang yang harus menjalani amputasi dan 3.600 orang dengan luka bakar yang parah.

Selain itu, sekitar satu juta orang juga memerlukan perawatan kesehatan mental, ungkapnya. Kondisi ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan akan dukungan kesehatan di wilayah tersebut.

Rekomendasi