Video Terbaru Gaza Sebelum dan Sesudah Dibombardir Israel, Kehancuran Total di Mana-Mana
Sejumlah jurnalis asing beberapa hari lalu diberi izin ikut dalam pesawat yang menjatuhkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Editor Internasional ITV News Emma Murphy beberapa hari lalu merekam kondisi Jalur Gaza dari udara saat Israel mengizinkan sejumlah jurnalis asing ikut dalam pesawat yang akan menjatuhkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina itu.
Video dan foto yang diambil Murphy menunjukkan hamparan wilayah yang hancur total.
Jurnalis dilarang masuk ke Gaza oleh Israel.
Melihat ke luar jendela pesawat dari ketinggian 15.000 kaki adalah jarak terdekat yang pernah dicapai media asing untuk menyaksikan dampak dari 22 bulan perang, selain dari kunjungan yang diatur oleh militer Israel.
Dilansir ITV News, Senin (4/8), seluruh kawasan telah diratakan setelah berbulan-bulan dibombardir oleh Israel; tanah yang dulunya dipenuhi titik-titik hijau kini sebagian besar telah berubah menjadi debu.
Tidak luput dari serangan udara
Pusat Perawatan Lansia Al Wafa, yang terletak di Kota Al-Zahraa, tampak menonjol di lanskap yang kini sebagian besar berupa puing-puing.
Al Wafa selama ini memberikan perawatan secara gratis kepada orang lanjut usia di atas 60 tahun yang tidak memiliki keluarga untuk merawat mereka.
Meskipun bangunan tersebut masih berdiri, menurut sumber Palestina, bangunan itu tidak luput dari serangan udara.
Pada November 2023, terdapat beberapa laporan mengenai peluru Israel yang menghantam pusat perawatan lansia tersebut dan menewaskan direkturnya, Dr. Medhat Muheisen.
Video dari media sosial pusat tersebut, sebelum perang dimulai, menunjukkan para pasien lansia sedang diberi makan, diberi kegiatan, dan berolahraga.
Video tersebut juga memperlihatkan kawasan di sekitar rumah sakit dan apa yang pernah berdiri di sana sebelum berubah menjadi puing-puing.
Salah satu tangkapan layar dari video yang diunggah tahun 2021 memperlihatkan sejumlah gedung tinggi yang dulu berdiri di dekat pusat tersebut.
Nasib bangunan-bangunan itu kini digarisbawahi dalam warna kuning; yang dulunya berdiri tegak kini telah diratakan atau runtuh.
Tekanan terus meningkat kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencapai gencatan senjata dengan Hamas, setelah beredarnya video para sandera Israel yang kurus kering di Gaza.
Pembicaraan sebelumnya gagal pada bulan Juli, setelah utusan khusus Presiden Trump, Steve Witkoff, mengatakan bahwa respons Hamas menunjukkan “kurangnya keinginan” untuk mencapai gencatan senjata.
Video para sandera muncul di saat para ahli memperingatkan bahwa Gaza menghadapi "skenario terburuk berupa kelaparan" akibat blokade Israel, yang akan menyebabkan kematian massal.
Kementerian Kesehatan Gaza pada hari Senin menyatakan bahwa lima orang dewasa Palestina lagi meninggal akibat kelaparan dalam 24 jam terakhir.
Sejak akhir Juni, 87 orang dewasa meninggal karena masalah yang berkaitan dengan malnutrisi, dan 93 anak-anak meninggal sejak perang dimulai karena kekurangan makanan.
Pemerintah Israel masih saja membantah orang-orang di Gaza meninggal karena kelaparan.