29 Anak-Anak dan Lansia Palestina di Gaza Meninggal Karena Kelaparan
Israel memblokade bantuan kemanusiaan selama dua bulan, tak mengizinkan makanan, obat-obatan dan bantuan lainnya masuk ke Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina menyampaikan, 29 anak-anak dan lansia meninggal karena kelaparan di Jalur Gaza. Selain itu, ribuan orang lainnya berada dalam kondisi rentan karena kelaparan.
Israel memblokade bantuan kemanusiaan selama dua bulan, tak mengizinkan makanan, obat-obatan dan bantuan lainnya masuk ke Gaza.
"Dalam beberapa hari terakhir, kami kehilangan 29 anak-anak," kata Menteri Kesehatan Palestina, Majed Abu Ramadan kepada wartawan, dikutip dari TRT World, Jumat (23/5).
Abu Ramadan menyebut kematian anak-anak ini sebagai "kematian terkait kelaparan".
Sebelumnya, kepala bantuan kemanusiaan PBB menyampaikan kepada BBC, 14.000 bayi di Gaza berisiko meninggal dunia dalam 48 jam jika bantuan tak segera masuk ke wilayah kantong tersebut. Menurut Abu Ramadan, angka tersebut sangat realistis.
"Angka 14.000 sangat realistis, bahkan mungkin kecil (skalanya)," ujarnya.
Ia juga mengatakan lebih dari 90 persen stok peralatan medis di Gaza berada pada titik nol.
Kementerian Kesehatan juga merilis total jumlah korban jiwa akibat perang genosida Israel sejak Oktober 2023 yang saat ini mencapai 53.800.
Kementerian juga menyampaikan, 107 jenazad dibawa ke rumah sakit dalam 24 jam terakhir, sementara 247 orang terluka akibat serangan terbaru Israel. Sehingga saat ini jumlah korban luka secara keseluruhan sejak Oktober 2023 mencapai 122.197 orang.
"Banyak korban masih terperangkap di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan karena tim SAR tidak bisa menjangkau mereka," jelas kementerian.