VIDEO Seorang Kakek di Gaza Menangis Kelaparan: Saya Cuma Ingin Roti, Saya Belum Makan Tiga Hari
Kelaparan melanda warga Gaza setelah Israel memblokade bantuan kemanusiaan sejak 2 Maret.
Penderitaan warga Palestina di Gaza tak ada habisnya akibat kejahatan dan kebrutalan Israel. Penderitaan tak terperi itu tergambar dengan jelas pada wajah keriput Sameer, seorang lansia Palestina yang tinggal di Gaza.
Tubuhnya yang lemah berusaha menahan lapar. Hanya air mata dan tangis tak terbendung yang mampu keluar.
Kakek malang ini menangis akibat kelaparan ekstrem yang dialaminya, sama seperti sekitar 2 juta warga Gaza lainnya.
"Saya cuma ingin roti," kata kakek ini sembari menangis, seperti ditunjukkan dalam video yang dibagikan Al Jazeera di X.
Sameer duduk sambil membawa sebuah karung, dengan penuh harap karung tersebut segera diisi tepung untuk dibuat roti, makanan warga Palestina.
Seseorang bertanya pada kakek Sameer sudah berapa hari dia belum makam. Dia menjawab: "Dua hari, atau mungkin tiga hari."
Seorang pria muda itu kembali bertanya, "Bahkan Anda tidak makan sepotong roti pun?"
"Ya. Tidak ada apa pun," jawab Sameer.
Sameer duduk di sebuah kursi roda sederhana karena sebelah kakinya diamputasi, kemungkinan menjadi korban serangan Israel. Sebelah tangannya menenteng karung. Dia terus menangis.
Pemuda tersebut berusaha menenangkannya agar kakek Sameer berhenti menangis.
"Semoga Allah meringankan penderitaanmu, paman," kata pemuda tersebut.
Pemuda tersebut kemudian menyampaikan, kakek Sameer dayang membawa karungnya ke sebuah dapur umum, namun tidak berhasil mendapatkan makanan.
Kakek Sameer juga mengatakan tidak memiliki anak karena anak-anaknya terbunuh dalam serangan Israel.
Makan Tiga Hari Sekali
Sejak Israel memblokade masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza sejak 2 Maret, warga Palestina di wilayah kantong tersebut terancam kelaparan. Bayi-bayi dan anak-anak mengalami malnutrisi parah. Bahkan PBB memperingatkan, 14.000 bayi bisa meninggal hanya dalam 48 jam jika bantuan tidak segera masuk ke Gaza.
Menurut laporan Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) PBB, satu dari lima orang Palestina di Jalur Gaza mengalami kelaparan. PBB dalam laporan terbarunya juga memperingatkan, seluruh wilayah Palestina tersebut berada di ambang kelaparan setelah hampir tiga bulan Israel memblokade masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah kantong tersebut.
Dalam laporan terbarunya pada Senin, IPC menyatakan seluruh populasi di Gaza mengalami “tingkat ketahanan pangan akut yang tinggi” dan wilayah tersebut berada pada “risiko tinggi” kelaparan, jenis krisis kelaparan yang paling parah.
Sementara itu, menurut laporan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina atau UNRWA, ratusan ribu warga Palestina, termasuk puluhan ribu anak-anak, hanya mampu makan sekali dalam dua sampai tiga hari akibat blokade ketat yang diberlakukan Israel. Blokade yang berlangsung sejak 2 Maret ini membatasi akses bantuan kemanusiaan, terutama makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya. Akibatnya, kelaparan meluas dan mengancam kehidupan warga sipil.