VIDEO Israel Cegat 13 Kapal Flotilla Menuju Gaza, Aktivis Greta Thunberg dan Rekan-rekannya Ditangkap
Dari total 43 kapal, Israel mencegat 13 armada yang berlayar.
Israel telah menghentikan sejumlah kapal dari Armada Global Sumud (Global Sumud Flotilla) yang sedang berlayar menuju Jalur Gaza dengan tujuan membawa bantuan kemanusiaan.
Armada ini berusaha untuk melawan blokade yang diterapkan oleh Israel terhadap wilayah Palestina, sebagaimana dilaporkan oleh Washington Post pada Kamis (2/10/2025). Menurut informasi dari penyelenggara, hingga Kamis dini hari waktu setempat, 13 dari total 43 kapal yang terlibat dalam konvoi, yang terdiri dari aktivis, pengacara, dan anggota parlemen dari berbagai negara, telah berhasil dicegat.
Saif Abukeshek, juru bicara Global Sumud Flotilla, mengatakan bahwa lebih dari 201 orang dari 37 negara berada di atas kapal-kapal tersebut. Termasuk di antaranya 30 peserta dari Spanyol, 22 dari Italia, 21 dari Turki, dan 12 dari Malaysia, serta lainnya.
Kementerian Luar Negeri Israel sebelumnya mengungkapkan melalui platform X bahwa beberapa kapal telah "dihentikan dengan aman," dan para penumpangnya, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg, kemudian dibawa ke pelabuhan di Israel.
Dalam sebuah video, terlihat Thunberg berdiri di dek salah satu kapal. Kementerian Luar Negeri Israel juga menyatakan bahwa mereka telah menawarkan jalur alternatif yang aman untuk memastikan bantuan tetap bisa disalurkan ke Gaza.
Selain itu, Israel memperingatkan bahwa armada tersebut "mendekati zona pertempuran aktif dan melanggar blokade laut yang sah." Namun, penyelenggara menilai tindakan Israel sebagai ilegal dan menegaskan bahwa mereka akan terus melanjutkan misi untuk "menembus pengepungan."
Sejumlah aktivis telah ditangkap
Di platform Instagram, seorang peserta mengungkapkan bahwa sejumlah aktivis dari berbagai negara seperti Spanyol, Italia, Amerika Serikat, dan Turki telah ditahan. Tindakan Israel ini memicu reaksi dari berbagai pihak di dunia internasional. Wakil Perdana Menteri Irlandia, Simon Harris, mengungkapkan bahwa laporan mengenai penahanan tersebut "sangat memprihatinkan."
Ia menambahkan, "Ini adalah misi damai untuk menyoroti bencana kemanusiaan yang mengerikan," melalui akun media sosialnya.
Di sisi lain, Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang sebelumnya menyebut perang di Gaza sebagai "genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan," menunjukkan reaksi yang sangat tegas setelah mengetahui ada dua perempuan Kolombia yang ditahan. Ia bahkan mengambil langkah drastis dengan mengusir delegasi diplomatik Israel dari negaranya.
Sementara itu, pada hari Rabu, militer Israel memperketat pengepungan di Kota Gaza dan menyatakan akan mencegah warga Palestina untuk kembali ke wilayah utara jalur tersebut.