15 Tahun Lalu Israel Serang dan Bunuh Kru Kapal Bantuan yang Menuju Gaza, Begini Kisahnya
Penyergapan dan penculikan kru kapal Madleen oleh Israel menambah daftar panjang serangan terhadap konvoi bantuan ke Gaza selama lebih dari satu dekade.
Israel menyergap kapal Madleen yang berusaha menembus blokade Gaza pada Senin (9/6) pagi. Tak hanya itu, pasukan penjajah Israel juga menculik 12 aktivis yang ikut dalam kapal tersebut, termasuk aktivis iklim Greta Thunberg dan politikus Prancis Rima Hassan.
Kru kapal mengatakan, kapal mereka dikepung quadcopter dan ditembakkan 'cairan putih' sebelum disergap, seperti dikutip dari Middle East Eye, Rabu (11/6).
Kapal Madleen berbendera Inggris itu dioperasikan Freedom Flotilla Coalition (FFC), mulai berlayar dari Sisilia Italia pada awal Juni. Kapal bersama para aktivis membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza berupa susu formula bayi, popok, peralatan medis, kaki palsu, dan lainnya, yang sangat dibutuhkan warga Palestina di Gaza.
Kapal ini disergap di perairan internasional, sekitar 100 mil dari Gaza.
Kejahatan Israel mengepung kapal bantuan bukan kali ini aja. Pada Mei 2010, Israel juga menyerang kapal Mavi Marmara yang diorganisir Free Gaza Movement dan IHH Humanitarian Relief Foundation Turki. Pasukan penjajah juga mengepung kapal tersebut dan membunuh 10 aktivis yang ikut berlayar.
Mavi Marmara berlayar pada 22 Mei dari pelabuhan Sarayburnu, Istanbul, bertujuan menembus blokade Israel di Gaza. Sepekan kemudian, di Laut Mediterania di selatan Siprus, kapal tersebut bergabung dengan armada bantuan lainnya, yang terdiri dari tiga kapal penumpang dan tiga kapal kargo yang membawa bantuan kemanusiaan penting dan 700 aktivis.
Namun pada 31 Mei 2010, meskipun berada di perairan internasional, pasukan Israel dengan kasar menaiki kapal Mavi Marmara menggunakan helikopter dan speedboat. Sembilan orang tewas seketika, sementara seorang lainnya kemudian meninggal akibat luka-lukanya.
Insiden tersebut menjadi berita internasional utama. Israel dikecam di mana-mana. Setelah misi tahun 2010, FFC dibentuk untuk menyatukan dan mengoordinasikan berbagai kampanye dari seluruh dunia yang berusaha untuk menghentikan pengepungan Israel.
FFC mencakup organisasi anggota dari beberapa negara, termasuk Kanada, Italia, Malaysia, Selandia Baru, Norwegia, Afrika Selatan, Spanyol, Swedia, Turki, AS, Irlandia, Brasil, Australia, dan Prancis.