Kapal Madleen yang berisikan 12 orang, yakni 11 aktivis dan 1 jurnalis dalam misi bantuan kemanusiaan ke Gaza, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg, anggota Parlemen Eropa Rima Hassan, Yasemin Acar dari Jerman, Thiago Avila dari Brasil, dan Omar Faiad dari Al Jazeera Mubasher hilang kontak usai diserang tentara Israel.
Para aktivis tersebut tergabung dalam misi inisiatif Koalisi Armada Kebebasan (Freedom Flotilla Coalition), yang berupaya memecah blokade Israel atas Gaza dan berlayar dari Catania, Italia, pada 1 Juni lalu.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Kartz memberikan ancaman kepada kapal tersebut jika tetap memaksa masuk untuk memberikan bantuan untuk warga Gaza.
Israel Kartz juga telah memerintahkan militer Israel untuk menyerang kapal tersebut jika masuk ke dalam wilayah Israel.
Advertisement
Disandera Tentara Israel
Kapal militer Israel mengepung kapal Madleen di Laut Mediterania saat akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza.
Dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok @middleeasteye, terekam sejumlah tentara meminta para aktivis mengangkat tangan dan menggeledah isi kapal.
Menurut informasi, para pasukan Israel menculik aktivis dan mengintimidasi mereka selama di kapal.
"Kami sedang dicegat sekarang," ucap salah seorang aktivis Madleen.
Dalam rekaman lain yang dibagikan oleh Al Jazeera dan dari kamera keamanan kapal, terlihat detik-detik saat para aktivis di atas "Gaza Freedom Frotilla 'Madleen', sebelum mereka dibawa oleh pasukan Israel.
Video tersebut juga merekam saat tentara Israel meneriakkan tuntutan sebelum menaiki kapal. Sedangkan para aktivis hanya bisa mengangkat tangan untuk menghindari kontak fisik dan kekerasan.
Advertisement
Lempar Cairan Kimia ke Kapal Madleen
Video lain diunggah akun TikTok Carmen Goodwin yang merekam detik-detik penyerangan kapal Israel terhadap Madleen.
Parahnya para tentara Angkatan Laut Israel menggunakan senjata kimia untuk menyerang kapal hingga beberapa struktur kapal mengalami kerusakan.
Militer Israel melakukan serangan kimia terhadap kapal kemanusiaan Madleen yang menuju Gaza dan krunya untuk mempermudah pasukan lain menaiki kapal.
Pemilik akun merekam saat mencekam di mana beberapa rekannya diinterogasi dalam kapal yang sudah dalam kondisi penuh bekas cairan kimia.
Pendiri International Solidarity Movement Huwaida Arraf memberikan kronologi singkat tentang pelemparan cairan kimia kepada para awak kapal.
"Sebelum itu, kami tahu bahwa ada dua pesawat nirawak yang terbang di atas mereka dan menjatuhkan semacam bahan kimia ke kapal. Kami tidak tahu bahan kimia apa itu," kata Arraf.
Arraf menambahkan beberapa orang disebut mengalami sakit mata karena serangan tersebut.
“Beberapa orang melaporkan bahwa mata mereka terasa perih. Sebelumnya, mereka juga didekati oleh kapal-kapal dengan cara yang sangat mengancam,” sambungnya.
@carmenangeliqueaustralia Keep your eyes on the Madleen, they are being attacked with toxic chemicals right now!!! #flotilla #madleen #gaza ♬ original sound - Carmen Goodwin
Advertisement
12 Aktivis Hilang Kontak
Peristiwa tersebut telah membuat 12 aktivis kapal bantuan kemanusiaan Gaza Freedom Flotilla Madleen hilang kontak setelah pasukan komando Israel mencegatnya di perairan internasional.
Menurut kabarm pasukan komando menuntut agar semua orang di kapal mematikan telepon mereka. Alhasil salah seorang jurnalis Al Jazeera Mubasher Omar Faiad tidak dapat dilacak dan dihubungi.
Huwaida Arraf juga mengatakan komunikasinya terputus dengan rekan-rekannya di Madleen. Setidaknya selama satu jam terakhir, awak Madleen telah diancam oleh pasukan Israel.
"Beberapa saat yang lalu, komunikasi tampaknya terputus. Jadi, kami kehilangan semua kontak dengan rekan-rekan kami di Madleen," kata Huwaida Arraf.
Advertisement
Kepanikan Awak Kapal Madleen
Kepanikan terjadi saat kapal mulai diserang oleh Angkatan Laut Israel. Kapal tersebut sempat mengirimkan pesan di sosial media berisi kabar terkini setelah diserang Israel.
“Peringatan: Madleen saat ini sedang diserang di perairan internasional.” Pesan itu juga berbunyi: “Angkatan Laut Israel ‘di sini sekarang, mohon bunyikan alarm’,” tulis unggahan.
Video unggahan jurnalis Palestina Motaz Azaiza juga sempat memperlihatkan aktivis Brasil Thiago Avila berada di atas kapal Madleen sambil mengenakan jaket pelampung.
Thiago merekam detik-detik menegangkan saat kapal mereka mulai mengepung Madleen di tengah laut.
“IOF [Pasukan Pendudukan Israel] ada di sini sekarang, mohon bunyikan alarm. Kami dikepung oleh kapal-kapal mereka.”
“Ya, ini adalah intersepsi, kejahatan perang sedang terjadi sekarang,” katanya dalam video tersebut.
@middleeasteye Moments before Israeli forces abduct activists “We are being intercepted right now.” Footage shared in an Al Jazeera report and from an onboard security camera shows the final moments of activists aboard the 'Madleen' Gaza Freedom Flotilla, before they were taken by Israeli forces. The video shows Israeli forces shouting demands before boarding the ship, as activists sit with their hands raised in a clear show of non-violence. The activists had confirmed that none of them were wounded prior to the boarding. All communication with the activists has since been lost.
♬ original sound - Middle East Eye