Cara mengurangi gulma tidak selalu harus dilakukan dengan menyemprot herbisida. Berbagai langkah sederhana dapat diterapkan untuk menekan pertumbuhan gulma dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar rumah maupun kebun. Selain membantu menjaga lahan tetap bersih, cara ini juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia yang sering digunakan untuk membersihkan tanaman pengganggu.
Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman utama akan bersaing dalam memperoleh air, unsur hara, dan ruang tumbuh. Jika tidak dikendalikan sejak awal, gulma akan berkembang lebih banyak dan menghasilkan biji yang menyebar ke berbagai bagian lahan. Kondisi tersebut membuat proses perawatan tanaman menjadi lebih banyak dan hasil budidaya dapat terganggu.
Pemilik kebun maupun pekarangan dapat memilih metode yang sesuai dengan kondisi lahannya. Ada yang memanfaatkan penutup tanah, mencabut gulma secara langsung, hingga melakukan persiapan lahan sebelum masa tanam dimulai. Berikut Merdeka.com hadirkan 7 cara yang dapat diterapkan untuk mengurangi gulma tanpa menyemprot herbisida, Kamis (23/7).
Advertisement
1. Gunakan Mulsa Organik
Mulsa organik seperti jerami, daun kering, atau serbuk kayu dapat menutup permukaan tanah sehingga cahaya matahari sulit mencapai benih gulma. Kondisi tersebut membuat gulma lebih sulit tumbuh sejak awal.
Bahan mulsa mudah diperoleh karena dapat memanfaatkan sisa panen, daun yang gugur, maupun limbah kebun. Pemasangannya cukup diratakan di sekitar tanaman dengan memberi ruang pada pangkal batang.
Selain mengurangi gulma, mulsa organik membantu menjaga kelembapan tanah dan mengurangi kebutuhan penyiraman. Setelah terurai, mulsa juga menjadi humus yang menambah bahan organik tanah.
Advertisement
2. Pasang Mulsa Plastik Hitam Perak
Mulsa plastik hitam dan perak bisa dipasang di atas bedengan sebelum penanaman dimulai. Bagian hitam menghambat pertumbuhan gulma, sedangkan bagian perak berada di permukaan atas.
Penggunaan mulsa ini memang membutuhkan biaya awal, tetapi dapat digunakan selama beberapa musim tanam apabila dirawat dengan baik. Karena gulma berkurang, pekerjaan penyiangan menjadi lebih ringan.
Mulsa plastik juga membantu menjaga kelembapan tanah dan mengurangi pengikisan saat hujan. Cara ini banyak diterapkan pada budidaya cabai, tomat, mentimun, dan tanaman hortikultura lainnya.
Advertisement
3. Terapkan Tumpang Sari dan Tanaman Penutup Tanah
Menanam tanaman penutup tanah di sela tanaman utama dapat mengurangi ruang tumbuh gulma. Sistem tumpang sari juga membuat lahan dimanfaatkan lebih optimal, sehingga tanaman pengganggu tidak tumbuh.
Tanaman penutup tanah mudah diperoleh dan tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Setelah tumbuh merata, pertumbuhan gulma biasanya ikut berkurang sehingga penyiangan tidak perlu terlalu sering dilakukan.
Selain menekan gulma, tanaman penutup tanah membantu melindungi permukaan tanah dari hujan dan sinar matahari langsung. Sisa tanaman yang terurai juga menambah bahan organik pada tanah.
Advertisement
4. Lakukan Penyiangan Manual hingga Akar Tercabut
Penyiangan manual masih menjadi cara yang efektif karena hasilnya langsung terlihat. Gulma sebaiknya dicabut saat tanah lembap agar akar lebih mudah terangkat dan tidak merusak struktur di sekitarnya.
Pembersihan dilakukan ketika gulma masih kecil dan belum menghasilkan bunga atau biji. Cara ini terbilang efektif dalam membantu mencegah penyebaran benih ke bagian lahan lainnya.
Selain membersihkan gulma, pencabutan manual membantu menggemburkan tanah di sekitar tanaman utama. Air lebih mudah meresap sehingga perkembangan akar tanaman menjadi lebih baik.
Advertisement
5. Manfaatkan Air Panas untuk Area Sempit
Air panas dapat dimanfaatkan untuk membersihkan gulma yang tumbuh di sela paving, jalan setapak, atau sudut halaman. Air disiramkan langsung ke pangkal gulma hingga tanaman layu.
Metode ini hanya membutuhkan air dan sumber panas sehingga tidak memerlukan bahan kimia tambahan. Penyiraman dapat diulang apabila gulma kembali tumbuh.
Penggunaannya lebih cocok pada area yang tidak ditanami tanaman budidaya. Dengan demikian, akar tanaman utama tidak terkena air panas dan tetap tumbuh dengan baik.
Advertisement
6. Gunakan Larutan Cuka dan Sabun
Larutan cuka dapur yang dicampur sedikit sabun pencuci piring dapat menjadi alternatif untuk mengendalikan gulma. Sabun membantu cairan menempel pada daun gulma.
Penyemprotan sebaiknya dilakukan saat cuaca cerah agar proses pengeringan berlangsung lebih cepat. Cairan cukup diarahkan pada gulma yang menjadi sasaran.
Larutan cuka lebih cepat terurai dibandingkan herbisida sintetis. Meski begitu, penggunaannya tetap harus hati-hati agar tidak mengenai tanaman utama.
Advertisement
7. Lakukan Solarisasi Tanah Sebelum Masa Tanam
Solarisasi dilakukan dengan membasahi tanah, kemudian menutupnya menggunakan plastik bening selama empat hingga enam minggu pada musim kemarau. Panas matahari membantu mengurangi benih gulma di dalam tanah.
Metode ini hanya memerlukan lembaran plastik bening sehingga biaya yang dibutuhkan relatif terjangkau. Selama proses berlangsung, lahan tidak memerlukan banyak perawatan.
Setelah solarisasi selesai, jumlah gulma biasanya lebih sedikit saat masa tanam dimulai. Jika dipadukan dengan metode lain, pengendalian gulma dapat dilakukan tanpa bergantung pada penyemprotan herbisida.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengurangi Gulma tanpa Menyemprot Herbisida
Bagaimana cara mengurangi gulma tanpa herbisida?
Gunakan mulsa organik, mulsa plastik hitam perak, tumpang sari, penyiangan manual, air panas, larutan cuka, atau solarisasi tanah.
Kapan waktu terbaik mencabut gulma?
Saat gulma masih kecil dan tanah dalam kondisi lembap agar akar lebih mudah tercabut.
Apakah mulsa organik efektif?
Ya. Mulsa membantu menghambat pertumbuhan gulma sekaligus menjaga kelembapan tanah.
Apakah air panas aman digunakan?
Aman jika hanya digunakan pada gulma di area yang tidak ditanami tanaman budidaya.
Mengapa solarisasi dilakukan sebelum masa tanam?
Karena metode ini membantu mengurangi benih gulma di dalam tanah sehingga tanaman utama memiliki ruang tumbuh yang lebih baik.