Cuaca kemarau membuat panas dari matahari lebih lama mengenai atap dan dinding rumah. Kondisi ini lantas membuat suhu ruang meningkat, terutama ketika bangunan menggunakan material yang cepat meneruskan panas dari luar ke dalam.
Pemilihan material rumah ternyata ikut menentukan kondisi tersebut. Genteng tanah liat, bata, bambu, kayu, hingga beberapa material lain bisa membantu mengurangi panas yang masuk apabila digunakan pada bagian rumah yang tepat.
Sebagai pemilik rumah, Anda tidak selalu harus memasang pendingin udara (AC). Jika saat ini sedang membutuhkan solusi, berikut Merdeka.com hadirkan 7 rekomendasi material yang bisa bikin rumah menjadi lebih adem, Selasa (8/9).
Advertisement
1. Genteng tanah liat membantu menahan panas dari atap
Genteng tanah liat menjadi salah satu material yang banyak digunakan pada rumah di Indonesia. Material ini mampu menahan perpindahan panas sehingga panas dari matahari tidak langsung masuk ke ruang di bawah atap.
Cara pemasangannya juga memberi ruang di antara penutup atap dan bagian bawahnya. Ruang tersebut memungkinkan udara bergerak sehingga panas yang terkumpul di bawah genteng bisa berkurang sebelum mencapai ruang rumah.
Penggunaan genteng tanah liat bisa dipertimbangkan terutama pada rumah yang menerima paparan matahari langsung. Material ini juga mudah ditemukan di berbagai daerah sehingga penggantian atau perawatannya lebih mudah dilakukan.
Advertisement
2. Batu bata membantu menjaga perubahan suhu ruang
Batu bata masih menjadi pilihan untuk dinding rumah karena mampu menerima panas secara perlahan. Panas yang mengenai dinding tidak langsung berpindah ke dalam ruang sehingga perubahan suhu dapat berlangsung lebih lambat.
Pada siang hari, dinding bata menerima panas dari luar. Proses tersebut berlangsung bertahap sehingga ruang di dalam rumah tidak langsung mengikuti perubahan suhu permukaan dinding yang terkena matahari.
Material ini bisa digunakan pada dinding yang menerima paparan matahari dalam waktu panjang. Penempatan dinding, bukaan, dan pelindung matahari tetap perlu diperhatikan agar fungsi material tidak bekerja sendirian.
Advertisement
3. Bambu dapat digunakan untuk dinding dan bagian rumah
Bambu termasuk material yang sejak lama digunakan pada bangunan di wilayah tropis. Susunan bambu pada dinding memungkinkan udara bergerak melalui celah, sehingga bagian rumah tidak sepenuhnya tertutup dari aliran udara.
Material ini bisa digunakan sebagai dinding, plafon, atau bagian tertentu dari rumah. Ketika disusun dengan jarak yang sesuai, bambu bisa membantu menghadirkan pertukaran udara tanpa harus membuka seluruh bagian dinding.
Namun, bambu perlu melalui proses pengolahan sebelum digunakan sebagai bagian rumah. Pengawetan dan perlindungan dari kelembapan perlu diperhatikan agar material tetap bisa digunakan dalam waktu panjang.
Advertisement
4. Kayu tidak cepat meneruskan panas ke dalam rumah
Kayu memiliki kemampuan menghantarkan panas yang lebih rendah dibanding beberapa material bangunan lain. Karena itu, kayu bisa digunakan pada dinding, plafon, lantai, atau bagian rumah yang berhubungan langsung dengan ruang dalam.
Penggunaan kayu pada plafon juga bisa membantu memberi jarak antara ruang dan bagian atap. Jarak tersebut dapat mengurangi panas yang langsung diterima penghuni ketika matahari mengenai penutup atap.
Kayu tetap membutuhkan perawatan sesuai kondisi lingkungan rumah. Bagian yang terkena air atau kelembapan perlu mendapat perhatian agar tidak mengalami kerusakan dan tetap bisa menjalankan fungsinya.
Advertisement
5. Batu alam membantu menyimpan panas secara bertahap
Batu alam dapat digunakan pada dinding atau lantai rumah. Material ini menerima panas secara bertahap sehingga panas dari luar tidak langsung berpindah ke ruang dalam pada waktu yang sama.
Penggunaannya bisa ditempatkan pada bagian rumah yang terkena matahari, tetapi perlu disesuaikan dengan kebutuhan ruang. Batu juga dapat dipadukan dengan material lain pada dinding agar panas tidak langsung mencapai bagian dalam.
Pada malam hari, panas yang tersimpan pada material akan dilepaskan kembali. Karena itu, penggunaan batu perlu disertai sirkulasi udara agar panas yang keluar tidak tertahan di dalam rumah.
Advertisement
6. Tanah liat dapat menjadi pilihan untuk beberapa bagian rumah
Tanah liat tidak hanya digunakan sebagai bahan genteng. Material ini juga bisa diolah menjadi bata atau roster yang digunakan pada elemen bangunan tertentu. Kemampuannya menerima panas secara bertahap membuatnya relevan untuk bangunan di wilayah tropis.
Roster dari tanah liat dapat digunakan sebagai dinding rumah, sekaligus sirkulasi udara. Ketika dinding menerima panas pada siang hari, perpindahan panas menuju bagian dalam berlangsung secara bertahap sehingga perubahan suhu ruang tidak berlangsung cepat.
Penggunaan tanah liat tetap perlu disesuaikan dengan konstruksi rumah. Material yang dipilih harus mampu menjalankan fungsi bangunan, sementara bukaan dan aliran udara tetap menjadi bagian dari upaya menjaga suhu ruang.
Advertisement
7. Ijuk dapat digunakan sebagai lapisan tambahan di bawah atap
Ijuk merupakan serat yang berasal dari pohon aren dan sejak lama digunakan pada berbagai bangunan tradisional. Material ini dapat menjadi bagian dari penutup atau lapisan atap untuk membantu mengurangi panas yang masuk ke ruang.
Penggunaan ijuk dapat dipertimbangkan pada rumah yang memakai konsep atap dengan beberapa lapisan. Lapisan tersebut membuat panas dari luar tidak langsung berhadapan dengan ruang yang digunakan penghuni.
Meski begitu, material atap tetap perlu dipilih berdasarkan kondisi rumah dan lingkungan. Perpaduan penutup atap, ruang udara, plafon, serta bukaan dapat memberikan hasil yang lebih baik daripada hanya mengandalkan satu material.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Material Rumah yang Diam-Diam Membuat Rumah Lebih Adem
1. Material apa yang membuat rumah lebih sejuk?
Genteng tanah liat, bata, bambu, kayu, batu alam, tanah liat, dan ijuk bisa membantu mengurangi panas jika digunakan sesuai bagian rumah.
2. Apakah genteng tanah liat membuat rumah lebih adem?
Ya. Genteng tanah liat dapat mengurangi panas yang masuk dibanding beberapa material atap lain, terutama ketika pemasangannya memungkinkan aliran udara.
3. Apakah bata bisa mengurangi panas rumah?
Bisa. Dinding bata menerima dan meneruskan panas secara bertahap sehingga perubahan suhu di dalam rumah tidak berlangsung secara langsung.
4. Apakah bambu cocok untuk rumah di daerah panas?
Bambu bisa digunakan pada dinding, plafon, atau bagian rumah yang memungkinkan aliran udara. Pengolahan dan perlindungan terhadap kelembapan tetap perlu diperhatikan.
5. Apa yang paling penting agar rumah tetap sejuk saat kemarau?
Material perlu dipadukan dengan bukaan udara, pelindung dari matahari, dan pengaturan atap agar panas tidak langsung masuk ke ruang.