Hendak Cari Kayu di Pantai, Bapak dan Anaknya Temukan Harta Karun Perahu Kuno Ratusan Tahun
Perahu tradisional kuno berusia berabad-abad ditemukan oleh seorang ayah dan putranya saat hendak mencari kayu di Pantai
Nikau Dix dan ayahnya, Vincent Dix menemukan perahu tradisional kuno suku Maori (waka) yang berusia berabad-abad di Pulau Chatham, Selandia Baru.
Bapak dan anak itu berasal dari Rekohu (Kepulauan Chatham) dan memiliki kegiatan rutin mencari kayu. Mereka menemukan artefak paling penting di Selandia Baru, bahkan mungkin dalam sejarah arkeologi Polinesia.
Tayangan Te Ao With Moana menampilkan cuplikan televisi pertama dari penemuan tersebut setelah reporter Hikurangi Kimiora Jackson dan timnya terbang ke pulau terpencil untuk mewawancarai bapak dan anak nelayan udang karang di lokasi penggalian itu.
Vincent Dix dan putranya mengatakan mereka tidak menyangka bahwa “tongkat yang tampak aneh” yang mereka temukan di pantai setempat pada Agustus lalu akan mengungkap perahu tradisonal yang pernah berlayar di lautan.
Nikau Dix, yang menemukan kayu berbentuk seperti “tongkat pagar” mengatakan awalnya mereka tidak terlalu memperhatikan kayu yang muncul di pasir.
Setelahnya mereka mulai menemukan lebih banyak benda yang terkubur di pasir, mereka mulai menyadari benda-benda ini istimewa.
“Kayu tidak biasa ini dibuat dengan sangat baik dan terlihat seperti kayu baru karena mereka terawat dengan baik. Kami sangat menyukainya, semacam kayu baru bagi kami yang bisa kami gunakan,” kata Nikau Dix kepada Te Ao With Moana, seperti yang dilansir dari the New Zealand Herald.
“Kami bawa semua kayu itu ke rumah, menyusun mereka kembali hanya untuk mengetahui benda apa ini sebenarnya.”
“Saat itulah kami sadar, hei, ini mulai membentuk sebuah perahu.”
Setelah hujan deras, Nikau dan Vincent Dix kembali ke pantai tempat mereka menemukan bagian kepala dari waka.
“Saat itulah kami menemukan waka asli, bukan hanya proyek rumahan seseorang yang telah terlupakan.”
Vincent Dix bergurau, sejak menemukan waka, hidup mereka akan menjadi “kacau” karena 650 penduduk di pulau itu ramai membicarakan berita tersebut.
Di balik candaan itu, Vincent Dix mengatakan penemuan ini mengubah hidupnya dan membuat masyarakat bersatu seperti belum pernah sebelumnya.
“Proses penggalian berjalan dengan sangat luar biasa, semuanya ikut turun ke sana. Seperti menyaksikan anak-anak pada pohon natal, semangat yang ada di bawah sana sangat menakjubkan,” kata dia.
Saat ini, sekitar 400 bagian telah digali, dengan peluang bahwa waka yang lain mungkin dikubur di garis pantai.
“Ini mengejutkan kami”
Ukiran unik, ukiran potongan obsidian, dan tali yang dikepang merupakan bagian-bagian “pertama” yang ditemukan. Hal ini menunjukan waka tersebut mungkin sudah sangat tua. Potongan-potongan kecil kayu juga telah diuji dan membuktikan kaitannya dengan pohon asli Aotearoa pukatea, totara dan rimu.
Dengan lebih banyak pengujian yang akan dilakukan, diperkirakan akan ditemukan terdapat banyak kayu dari tempat lainnya.
Terlepas dari temuan ini, asal usul dan usia waka masih menjadi misteri.
Justin Maxwell, arkeolog yang memimpin penelitian ini bekerja pada beberapa penelitian arkeologi melintasi Aotearoa dan luar negeri – termasuk Rapanui, mengungkapkan firasatnya dengan mengatakan waka tersebut sudah sangat tua.
Sebelum proyek dimulai, dia menyampaikan bahwa harapan mereka menemukan setidaknya bagian dari layar, tali dan benang atau sambat. Namun, mereka menemukan lebih banyak dari harapannya. Hal ini mengejutkan dirinya dan banyak orang.
“Belum pernah ada yang melihat waka jenis ini sebelumnya… ini benar-benar mengejutkan kami dan kami telah melampaui imajinasi terliar kami tentang hal apa yang akan kami temukan,” kata Maxwell.
“Ini merupakan penemuan paling penting bagi Selandia Baru dan dunia arkeologi Polinesia.”
“Ada begitu banyak kisah yang bisa diceritakan, bahkan kita belum menyentuh bagian permukaannya saja.”
Sehari setelah kru film terbang keluar dari rekohu, area tersebut dengan hati-hati ditimbun kembali dengan pasir untuk melindungi taonga yang tersisa dari pasang surut. Untuk saat ini, penduduk setempat hanya bisa menebak apa yang mereka temukan jika melanjutkan penggalian.