Ilmuwan yang mengoperasikan kapal penelitian E/V Nautilus menemukan makhluk laut langka, spesies yang hampir tidak berubah selama jutaan tahun, di perairan dalam Kepulauan Palau.
Hewan ini berasal dari jenis Cephalopoda purba dan sering digambarkan sebagai “fosil hidup”. Ini adalah pertemuan pertama dengan makhluk yang sulit ditangkap ini dalam 15 tahun eksplorasi, dan telah memikat para ahli biologi kelautan dan peneliti.
Dikutip dari laman Daily Galaxy, Senin (27/1), Palau nautilus adalah salah satu anggota keluarga nautiloid tertua yang masih hidup, sekelompok cephalopoda yang juga mencakup gurita, cumi-cumi, dan sotong. Para ilmuwan meyakini spesies ini telah ada dalam bentuk yang kurang lebih sama selama lebih dari 500 juta tahun, sehingga menghubungkannya langsung dengan zaman dinosaurus.
Cangkangnya yang khas, pola warna yang rumit, dan mekanisme kontrol daya apung yang unik membedakannya dari cephalopoda lainnya. Terlepas dari daya tariknya, sebagian besar siklus hidup dan perilaku migrasinya masih menjadi misteri. Nautilus Palau telah diklasifikasikan sebagai “hampir terancam” oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), yang menyoroti pentingnya perlindungan terhadap hewan ini.
Penemuan hewan ini dimungkinkan berkat kombinasi teknologi mutakhir dan penelitian selama puluhan tahun. E/V Nautilus dilengkapi dengan peralatan eksplorasi bawah air yang canggih, termasuk kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV), kamera submersible, dan sistem pemetaan. Alat-alat ini memungkinkan tim untuk mendokumentasikan perilaku dan habitat makhluk tersebut dengan ketepatan yang luar biasa.
Selain itu, ekspedisi tahun 2024 ditingkatkan dengan penggunaan instrumen oseanografi canggih dari Scripps Institution of Oceanography. Ini termasuk pesawat layang gelombang, pesawat layang apung, dan kendaraan permukaan otonom yang dirancang untuk menangkap data tentang arus laut dan fitur dasar laut. Misi ini juga menggabungkan profil turbulensi struktur mikro vertikal untuk mengukur perilaku arus laut di sepanjang lereng curam Palau.
Hewan ini ditemukan di tengah dasar laut terjal yang merupakan rumah bagi hiu enam insang dan artefak masa perang yang tersebar.