Senjata Unik Zaman Prasejarah Ini Bikin Arkeolog Tercengang, Sangat Langka karena Ditemukan di Bawah Laut
Mengapa kapak ini berada di laut masih menjadi pertanyaan dan belum terungkap.
Mengapa kapak ini berada di laut masih menjadi pertanyaan dan belum terungkap.
Senjata Unik Zaman Prasejarah Ini Bikin Arkeolog Tercengang, Sangat Langka karena Ditemukan di Bawah Laut
Para arkeolog tercengang setelah menemukan artefak zaman prasejarah di lepas pantai selatan Norwegia.
Benda unik yang ditemukan di bawah laut itu sejenis kapak Zaman Perunggu. Para ahli di Museum Maritim Norwegia (NMM) meyakini kapak ini berasal dari sekitar 1300-1100 SM. Kondisi kapak perunggu ini masih bagus dan utuh.
Dikutip dari Newsweek, Selasa (23/7), para peneliti museum mengatakan ini adalah artefak logam pertama dari zaman prasejarah yang ditemukan di perairan Norwegia.
Para arkeolog menemukan kapak tersebut selama penyelidikan rutin yang dilakukan atas nama Administrasi Pesisir Norwegia.
Arkeolog kelautan di NMM, Jørgen Johannessen menyampaikan kepada Newsweek, kapak ini ditemukan di lepas pantai Arendal di dasar laut di selat Tromøysund pada kedalaman sekitar 12 meter.
“Saya benar-benar terkejut dengan penemuan ini,” kata Johannessen. "Saya hampir tidak percaya."
“Saya langsung tahu bahwa itu adalah sesuatu yang istimewa, tetapi efek optik air dapat menipu Anda. Saat saya muncul dan meletakkannya di dek kapal, semua orang terdiam.”
Namun bagaimana kapak bersoket, yang panjangnya hampir 5 inci ini bisa berakhir di laut masih misterius. Salah satu kemungkinannya, artefak tersebut berasal dari kapal karam Zaman Perunggu lebih dari 3.000 tahun yang lalu.
"Tetapi, yang ada hanya temuan ini dan tidak ada artefak atau bagian perahu lainnya," kata Johannessen.
Jika dugaan ini ternyata benar, temuan tersebut akan mewakili penemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah ini, menurut Frode Kalvø, arkeolog di NMM dan pemimpin proyek penemuan.
“Jika itu yang terjadi, maka ini akan menjadi bangkai kapal Zaman Perunggu pertama yang ditemukan di Norwegia,” kata Kalvø kepada ScienceNorway.no.
Hipotesis atau dugaan kedua, kapak ini digunakan sebagai pemberat pada kapal layar dan dibuang.
“Ini mungkin terjadi pada abad ke-19. Bisa saja dibuang ke laut untuk memberi ruang bagi kargo baru,” kata Johannessen kepada ScienceNorway.no.